Karena Kucinta Kau

Ya, maksud saya memang lagu “Karena Kucinta Kau” yang dinyanyikan Bunga Citra Lestari itu. Saya memendam salut kepada lagu ini. Read the rest of this entry »

Etika Jurnalistik

Jujur saja, saya tak lagi terlalu ingat benar pointer-pointer dalam Kode Etik Jurnalistik. Pengalaman itu sudah cukup lama berlalu. Semasa menjadi mahasiswa beberapa tahun yang lalu, saya memang sempat berkecimpung di surat kabar kampus; menjadi seorang reporter, bahkan sempat sebentar menjadi Pimpinan Redaksi Sementara. Selebihnya, saya lebih banyak berkhikmad di Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM).

Namun, pengalaman mengikuti Diklat Jurnalistik Mahasiswa di kampus UNILA Bandar Lampung dan sedikit pelatihan pengambilan gambar bersama Bapak Chaerul Umam di Jakarta, membuat saya cukup tahu secara garis besar bagaimana jurnalistik bekerja dalam menyajikan berita. Read the rest of this entry »

Tentang Sebuah Tulisan

Mungkin, Milan Kundera benar, bahwa “tugas manusia bukanlah untuk menaklukkan masa depan, tapi menciptakan sejumlah kenangan yang dapat disebut dengan manis pada masa mendatang”.

Sudah menjadi takdir, perjalanan sejarah seorang manusia di muka bumi, dibatasi oleh ruang dan waktu. Ruang yang terbatas oleh kemampuan untuk menjangkaunya dan waktu yang terus saja berjalan, tak mengenal kompromi, tak tertaklukkan oleh kemampuan manusia yang nisbi. Hingga, akhirnya ia bertemu dengan kematian. Dengan cara seperti apakah manusia mencoba memperpanjang usia? Read the rest of this entry »

Sidang, Diskusi, Debat, dan Etika Dalam Rapat (Sidang)

Ada sidang atau rapat, ada diskusi, dan ada debat. Apakah bedanya?

Kalau dilihat dari bentuk dan teknis pelaksanaannya, maka ketiganya sangat sulit sekali untuk dibedakan. Bedanya tipis sekali. Sebab, pada dasarnya, ketiganya adalah wadah untuk menyalurkan pendapat. Agar bedanya tampak lebih kentara, maka kita harus melihat perbedaan ketiganya dari tujuannya. Read the rest of this entry »

Maaf, tanpa sengaja, Saya telah Hiatus…

Ini berkaitan dengan realisasi planning di tahun 2010. Akibatnya, ada sekian banyak agenda aktifitas offline yang mesti saya lakoni. Konsentrasi yang terfokus pada sebuah titik, mau tak mau, menyebabkan perhatian pada titik yang lainnya sedikit terabaikan. Salah satunya, ya… blog ini. Inilah kelemahan manusia. Tak selamanya mampu menjaga dan mengatur keseimbangan. :P Read the rest of this entry »

Tunjuk Ajar Melayu

Tunjuk ajar adalah ungkapan-ungkapan bijak yang dikemas dalam pantun atau syair – di lain waktu ia juga bisa berupa gurindam atau hikayat – berisi petuah, pengajaran atau nasehat orang tua kepada anak secara turun-temurun – atau dari orang tua-tua kepada generasi muda – dari generasi ke generasi dalam masyarakat Melayu. Defenisi ini adalah hasil tafsiran saya sendiri terhadap Tunjuk Ajar Melayu ini. Oleh sebab itu, mungkin, belum terlalu tepat benar.

Tunjuk ajar ini, dahulunya, hanya tersimpan dalam minda dan tersebar melalui tutur dari mulut ke mulut (ungkapan). Dan (mungkin) sejak era kepengarangan Raja Ali Haji ada upaya untuk “menyimpan” – dan juga menggubah – hal semacam ini dalam bentuk nukilan atau karya sastra. Read the rest of this entry »