Archive for July 2009

Murtadha Muthahhari; Tentang Ideologi (Bagian 1)*

Halo, teman-teman semua, pengunjung blog ini. Terlebih dahulu, saya ingin menyapa anda semua. Apa kabar anda hari ini? Saya harap anda baik-baik saja, dan senantiasa bersemangat. Walau apapun cabaran yang menghalangi jalan kehidupan anda. Oke?
Hari ini, kita akan bercerita tentang ideologi. Bagi, sebagian orang, pembahasan tentang ideologi ini “cukup berat”. Saya, sudah upayakan, pembahasan (tulisan ini) enak dan ringan untuk dibaca. Dan, mudah-mudahan juga, mudah untuk dipahami.
Tentang ideologi, yang akan kita kupas nantinya, adalah dalam perspektif salah seorang ulama dan pemikir besar Iran, Murtadha Muthahhari. So, apa yang saya tulis disini, adalah apa yang saya ambil dari pemikiran-pemikiran beliau tentang ideologi.
Tapi, saya mohon maaf, terpaksa membagi tulisan ini menjadi dua bagian. Karena, bila disatukan, tulisan ini akan menjadi sangat panjang. Oleh sebab itu, dengan rendah hati, bila ada diantara pembaca yang berpredikat pakar dalam masalah ideologi atau filsafat, kemudian menginginkan sebuah diskusi yang komprehensif, sebaiknya ditunggu terbitnya tulisan bagian kedua. Baiklah, kita mulai saja.
Ada dua jenis aktifitas manusia; aktifitas atas dasar kesenangan dan aktifitas atas dasar kepentingan.
Aktifitas atas dasar kesenangan didorong oleh naluri manusia. Sebagian orang menyebut sisi naluriah ini sebagai sisi hewani manusia. Kenapa demikian? Karena aktifitas yang menyenangkan dilakukan manusia untuk mendapat kesenangan, atau untuk melepaskan diri dari kepedihan yang terjadi akibat pengaruh langsung nalurinya. Naluri merupakan karakter pembawaan dan kebiasaan, yang merupakan kecenderungan yang terbentuk akibat lingkungan atau pengalaman.
Misalnya, kalau orang merasa haus, dia akan mengambil segelas air. Kalau seseorang melihat binatang penyengat, dia akan mengambil langkah seribu. Kalau seseorang ingin merokok, maka dia akan menyalakan rokok. Bila dia mengantuk, maka dia akan tidur. Dan kalau dia terangsang, dia akan menemui lawan jenisnya.
Sedangkan aktifitas atas dasar kepentingan, didorong oleh akal manusia. Sebagian orang, menyebut aktifitas ini, adalah aktifitas manusia yang bersifat politik. Politik merupakan aktifitas. Aktifitas politik ini tidak menarik dan tidak juga menjijikan. Naluri manusia, tidak mendorong dan tidak juga menjauhkannya dari aktifitas seperti itu.
Manusia melakukan aktifitas seperti itu, atau menghindari aktifitas seperti itu, atas dasar kehendaknya sendiri. Karena dia merasa berkepentingan untuk melakukannya atau tidak melakukannya. Dengan kata lain, dalam kasus ini, penyebab utama dan kekuatan yang mendorong manusia untuk melakukan atau tidak melakukan sesuatu adalah kepentingannya. Bukan kesenangannya.
Saya kira, pada tahap ini, pemikiran Murtadha Muthahhari tentang perbedaan kedua jenis aktifitas manusia ini, sudah dapat disimpulkan. Yang mendorong manusia untuk memperoleh kesenangan adalah nalurinya, sedangkan yang mendorong manusia untuk melakukan kepentingannya adalah akal. Kesenangan merangsang hasrat, kepentingan membangkitkan kehendak.
Semakin kuat akal dan kehendak, semakin kuat kendalinya akan naluri. Sekalipun kecenderungannya menghendaki sebaliknya. Semakin maju akal dan kehendak seseorang, semakin bersifat politik aktifitasnya, bukannya bersifat kesenangan. Sebaliknya, semakin dekat dia dengan cakrawala sisi hewaninya, aktifitasnya semakin bersifat kesenangan. Karena aktifitas yang bersifat mencari kesenangan, kebanyakan merupakan aktifitas hewaniah.
Dalam melakukan aktifitas politiknya, manusia pada setiap tahap, mempraktikkan teori atau rencana.
Nah, perbuatan politik tidak mendatangkan kesenangan, karena tidak memberikan hasil langsung. Namun demikian, perbuatan politik, memberikan kepuasan. Kesenangan dan kesulitan, lazim dialami oleh manusia dan binatang. Namun, kebahagian dan ketidakbahagiaan, kepuasan dan kekecewaan, hanya dialami oleh manusia. Begitu pula dengan menghasratkan sesuatu, hanya dialami oleh manusia. Kepuasan, kekecewaan, dan berkeinginan merupakan fungsi-fungsi mental. Ketiga hal ini, hanya ada dalam wilayah pikiran manusia, bukan dalam wilayah persepsi inderawi.
Sementara, kebahagiaan, yang menjadi tujuan final manusia, termasuk dalam hal (atau masalah) yang masih abstrak (atau mendua). Sekalipun konsepsi mengenai kebahagiaan sekilas tampak jelas.
Masih belum jelas, apa sebenarnya kebahagiaan, dan apa saja yang mewujudkan kebahagiaan. Manusia sendiri dan kemampuannya belum diketahui. Sepanjang manusia belum diketahui, mana mungkin kita dapat mengetahui apa sebenarnya kebahagiaan, dan bagaimana memperoleh kebahagiaan.
Ditambah lagi, manusia adalah makhluk sosial. Kehidupan sosial manusia, membawa beribu-ribu problem bagi dirinya, yang tak dapat dipecahkannya. Namun begitu, tugasnya haruslah jelas. Karena manusia adalah makhluk sosial, maka kebahagiaannya, aspirasinya, standar baik dan buruknya, jalan hidupnya, pilihannya akan sarana hidup, berkait kelindan dengan kebahagiaan sesama manusia; aspirasi mereka, standar baik dan buruk mereka, jalan hidup mereka, dan pilihan mereka akan sarana hidup.
Manusia tidak dapat memilih jalannya tanpa bergantung pada sesamanya. Manusia, harus mencari kebahagiaannya, di jalan yang membawa masyarakat ke arah kebahagiaan dan kesempurnaan. Terlebih lagi, jika (dalam konsepsi Islam) dikaitkan dengan masalah roh yang abadi, dan akal yang tidak memiliki pengalaman dengan kehidupan akhirat, maka problemnya menjadi jauh lebih sulit.
Pada tahap inilah, untuk mencapai kebahagiaan dan kesempurnaan, Muthahhari memandang, perlunya manusia akan mazhab atau ideologi.
Lalu, apakah ideologi itu? Apakah definisi ideologi itu? Alasan-alasan apakah yang lebih menguatkan bahwa manusia perlu akan sebuah mazhab atau ideologi? Bagaimana manusia bila tanpa ideologi? Apa sajakah jenis-jenis ideologi itu? Dan apakah, menurut Muthahhari, ideologi yang ideal bagi ummat manusia? Dan kenapa mesti demikian?
Temukan jawabannya pada bagian kedua tulisan ini. Bila anda tertarik mengikutinya, saran saya, kirim langsung bagian kedua artikel ini ke email anda secara gratis. Silakan daftarkan alamat email anda pada kolom “Berlangganan Via Email” yang ada di bagian sidebar sebelah kanan blog ini. Atau, bila anda ingin berlangganan via RSS Feeds, silakan klik disini! Bagi anda yang kurang paham apa itu RSS Feeds? Silakan baca keterangannya disini!
Salam hangat dari saya. Sampai jumpa pada artikel berikutnya. Insya Allah!

(Bersambung…)


*(Lihat Murtadha Muthahhari dalam “Man and Universe”, Ansariyan Publications, Qum–Iran:1997).

Survey Beasiswa MABIN 2009

Kali ini, saya ingin bercerita santai. Tidak seperti artikel-artikel sebelumnya, yang mungkin anda nilai terlalu serius. Yang anda lihat ini adalah foto saya sedang rehat sejenak di sebuah jembatan yang menyeberangi sungai yang indah (menurut saya). Salah satu sungai yang masih asri. Tepatnya di Koto Panjang, Kabupaten Kampar, Propinsi Riau. Tempat beroperasinya PLTA Koto Panjang, yang akhir-akhir ini listriknya sering mati.
Lelah juga, setelah hampir seharian menempuh perjalanan yang cukup panjang. Apalagi kalau nyetir sendiri. Ada, memang, kawan dua orang lagi. Tapi, nggak ada yang bisa nyetir. Hehehe… Ya, sudah. Saya nyetir sendiri.
Perjalanan kali ini adalah perjalanan rutin setiap tahunnya. Tujuan perjalanan ini adalah survey. Survey calon penerima beasiswa MABIN (Perhimpunan Masyarakat Melayu Baru Indonesia). Tapi, kami sering menyebutnya “Survey Beasiswa MABIN” saja.
MABIN, yang kepanjangannya sudah saya sebutkan tadi, adalah organisasi yang berdiri pada tahun 2004 yang lalu. Masih muda memang. Tapi, ada dua pointer penting tujuan organisasi ini. Yang pertama; menggalang persatuan dan kesatuan rumpun masyarakat melayu Indonesia secara nasional yang berorientasi pada peningkatan kesejahteraan ekonomi masyarakat melayu. Praktisnya, orientasi organisasi ini adalah pengembangan bisnis atau jaringan bisnis dalam masyarakat melayu nasional, atau setidak-tidaknya dalam anggotanya sendiri.
Melayu dalam pengertian ini, bukanlah melayu yang diartikan dalam makna kesukuan yang sempit. Tapi, pengertian melayu diartikan kepada orang atau masyarakat yang berbahasa melayu (saat ini bernama Bahasa Indonesia), punya akar sejarah yang sama, dan beragama Islam. Tegasnya, ia merupakan sebuah entitas dari rumpun budaya yang berasaskan Islam dan memiliki pengakuan akan sebuah kemelayuan.
Tujuan yang kedua; menggalang sosial pendidikan dengan gerakan beasiswa yang diberikan kepada anak-anak bangsa yang berprestasi dan tidak mampu secara ekonomis. Dari sini, terlihat kait kelindan kedua tujuan tersebut. Bahwa orang yang sudah mapan dalam ekonomi, harus membantu orang yang tidak mampu dalam bentuk beasiswa kepada anak-anaknya.
Cukup panjang juga saya bercerita tentang MABIN ini. Tapi, bila tidak saya jelaskan, nanti anda akan bertanya-tanya tak mengerti. Hehe…
Di Riau, saya menempati posisi yang cukup krusial terhadap kedua tujuan organisasi yang dipimpin oleh Fauzi Bowo ini. Bukan bangga, malah merasa cukup berat mengembannya. Hehehe….. Saya dipercaya untuk menempati Manajer Perencanaan dan Pengembangan Beasiswa. Cukup berat bukan? Tapi, disinilah letak hubungannya mengapa saya sampai melakukan survey tadi. Kalau tidak, kenapa saya sampai cerita tentang “survey-survey-an” segala.
Oke. Inilah sebenarnya yang ingin saya sampaikan kepada anda. Ada beberapa catatan saya dalam perjalanan survey ini. Mungkin catatannya tak beraturan dan tidak urut. Namanya juga catatan lepas.
Pertama, dalam perjalanan saya melihat, betapa kita hampir tidak memiliki hutan lagi. Yang sering terlihat, tak lebih dari tebing dan bukit-bukit yang gundul. Kalaupun ada tumbuhan yang hidup disana, paling hanya semak dan ilalang liar. Kalaupun ada tanaman yang ditanami, anda akan lebih banyak melihat pohon sawit, yang bikin mata sakit memandang. Tak ada indahnya, tak ada rasa sejuknya. Apakah kebun-kebun sawit itu milik masyarakat sekitar? Saya tak yakin sepenuhnya. Kemana hutan-hutan itu? Dimana sekarang pohon-pohon indah itu? Ia seakan hilang ditelan sebuah ‘kerakusan’. Memang, kiamat itu datang akibat ulah manusia.
Kedua, betapa kita harus banyak bersyukur kepada Tuhan. Di pelosok-pelosok negeri sana, masih banyak orang yang hidup dibawah kecukupan. Kita, setiap hari hampir tak ingat, dikala asyik facebook-an, bergurau dan bercanda ataupun sumpah serapah di dunia maya, nge-blog dengan fasilitas internet yang ada di kantor, di rumah, atau pun di warnet, ngopi dan cerita suka-suka di kafe, saat itu ada jutaan jumlah mereka yang berkerja menguras keringat saban hari. Sejak subuh mereka sudah ke kebun atau ke sawah, pulang sorenya langsung pula mencari ikan di sungai. Hasil yang mereka dapat tak sebanding dengan kita. Semua mereka jalani hanya untuk satu tujuan; menghidupi keluarga dan menyekolahkan anak-anak.
Jangan salahkan mereka melakukan itu semua karena tak punya pendidikan yang cukup, tapi syukurilah keadaan kita yang berkesempatan mendapat pendidikan ini. Dan sudah semestinya timbul kesadaran kita untuk saling membantu. Jangankan untuk facebook-an, yang namanya internet saja mereka tak tahu. Jangankan untuk menikmati apa rasanya Cappuccino di kafe, yang mereka tahu hanyalah kopi serbuk yang standarnya entah apa.
Ketiga, apakah para pemangku kebijakan kita di negeri ini tidak tahu keadaan mereka itu? Saya tidak tahu apa jawaban yang tepat untuk ini, atau apa pertanyaan yang tepat untuk ini. Kenyataannya, demikian banyak uang negara yang dihambur-hamburkan setiap tahun, bahkan setiap harinya, untuk sesuatu yang diembel-embeli ‘pembangunan’. Pembangunan apa? Dan yang dibangun itu siapa? Kok, sudah ratusan tahun mereka hidup turun-temurun, begitu-begitu saja. Apa sebenarnya sasaran pembangunan itu? Kalau jumlah mereka yang hidup dibawah kecukupan itu sedikit, mungkin dapat diterima akal. Tapi, jumlah mereka jutaan orang.
Percuma kita bicara tentang cita-cita kemajuan, kalau untuk biaya pendidikan di perguruan tinggi saja, masih banyak warga negara ini yang kesulitan membiayai anak-anaknya. Mereka sampai harus berhutang sana-sini untuk biaya pendidikan anak-anaknya. Adik atau abang harus ada yang mengalah, untuk tidak sekolah, demi salah satu saudaranya sampai ke perguruan tinggi. Anda mungkin bilang, “ah, masak iya?” Saya bilang, “iya!” Masih ada dan masih banyak yang seperti itu keadaannya. Toh, saya yang melakukan survey. Langsung ke rumah mereka. Tak percaya? Datang dan lihat saja langsung.
Inilah, sebenarnya, tujuan dan sasaran Beasiswa MABIN tersebut. Tapi, MABIN juga punya keterbatasan. Tak semua mereka yang bisa dibantu oleh MABIN. Akhirnya, MABIN menetapkan prioritas, siapa yang paling membutuhkan untuk beasiswa ini. Walaupun, kenyataannya, hampir semua mereka membutuhkannya. Tapi, apa boleh buat. Hanya itu yang bisa. Oleh sebab itu, perlu kepedulian dan kerjasama kita semua untuk membantu mereka. Anda pasti lebih tahu caranya.
Oke, teman-teman. Sebenarnya, masih banyak catatan lain yang ingin saya sampaikan. Tapi, saya takut tulisan ini akan sangat panjang. Nanti anda bosan membacanya. Mungkin, kapan-kapan, pada kesempatan lain, akan saya sampaikan kepada anda. Sebagai penutup, ada baiknya anda baca sesuatu yang saya kutip dari catatan pinggir Goenawan Mohamad di bawah ini,
“Maka tak mengherankan bila percakapan dan debat – dengan sikap yang membela rakyat – yang kita ikuti di koran dan televisi selama ini, bisa tiba-tiba dipergoki oleh kenyataan bahwa rakyat tak mendengarkan hiruk-pikuk itu.

Jika kita bisa belajar, mungkin sejak ini sebaiknya kita selalu bisa bertanya: tentang rakyat, apa sebenarnya yang kita tahu?”

Konsultasi Bisnis: Bagaimana Menemukan Ide dan Memulai Bisnis di Internet?


WARNING! RESTRICTED AREA!
MAAF…! Lembaran ini adalah wilayah KONSULTASI BINIS. Area Terbatas! Hanya dikhususkan bagi anda yang tertarik tentang bagaimana menemukan ide dan memulai bisnis di internet. Bila anda tidak tertarik, dan tidak merasa berkepentingan, segera tutup lembaran ini atau kembali ke Beranda (Home) Sudeska.Net. Silakan cari artikel lainnya, yang ingin anda baca di menu Arsip.
Bagi anda yang berminat, silakan lanjutkan membaca lembaran ini baik-baik!
Oke, mari kita mulai. Konsultasi bisnis apa yang saya tawarkan kepada Anda? Adalah konsultasi tentang BAGAIMANA MENEMUKAN IDE DAN MEMULAI BISNIS DI INTERNET.
Saya akan sampaikan kepada anda aspek penting bisnis internet; kenapa anda harus berbisnis di internet? Inilah alasannya:
  1. Modal yang anda perlukan sangat kecil. Relatif kecil dibandingkan bisnis konvensional manapun.
  2. Anda tidak membutuhkan inventaris mahal. Cukup dengan satu komputer yang terkoneksi internet, meja, kursi, dan sebuah buku tulis. Inventaris tersebut tidak terlalu susah anda dapatkan; bisa di kantor anda, di rumah anda (bila anda punya), atau pun di warnet. Tidak masalah.
  3. Market anda terus bertambah dan bertambah. Setiap pencari informasi di internet adalah market anda. Anda sudah tahu kan? Bahwa pengguna internet semakin hari semakin bertambah (banyak).
  4. “Produk” yang ingin anda jual mudah diproduksi dan diperbanyak, hanya dalam hitungan detik dan tanpa biaya.
  5. Waktu anda untuk menjalankan bisnis ini sangat sedikit. Anda tidak perlu bekerja 8 jam, apalagi sampai banting tulang bekerja 24 jam sehari. Anda cukup gunakan waktu 1-2 jam perhari untuk mengurus bisnis ini. Bila anda tidak punya waktu siang hari, anda bisa mengerjakannya malam hari.
  6. Profit bersih mencapai 100 %. Anda tidak membutuhkan biaya untuk produksi dan membayar pegawai. Semua nilai pemasukan adalah keuntungan anda.
  7. Bisnis ini bisa berjalan dengan otomatis. Saat anda di depan komputer atau tidak, atau saat anda sedang berpergian untuk tamasya, bahkan saat anda tidur pun bisnis ini tetap berjalan otomatis mengalirkan uang kepada anda.
  8. Bisa anda operasikan sendiri tanpa merekrut pegawai, dan anda memegang kontrol sepenuhnya.
  9. Bisa dioperasikan dimana saja dan kapan saja. Yang anda butuhkan hanyalah koneksi internet.
  10. Bebas dari iklim politik dan kondisi cuaca. Tak peduli seperti apapun iklim politik, dan tak peduli seperti apapun kondisi cuaca; apakah sedang musim hujan atau panas, bisnis ini tetap berjalan dengan lancar.
  11. Dan, masih banyak lagi keunggulan lain bisnis internet ini yang tidak mungkin disebutkan satu persatu. Bila diurai lagi, akan sangat panjang jadinya. Sepuluh kelebihan di atas sudah sangat cukup untuk menjadi alasan kenapa anda harus memulai bisnis ini sejak sekarang.
Oke, Bung! Sebutkan saja segera, apa yang hendak anda tawarkan kepada saya?
Baiklah, saya tidak akan berpanjang-panjang lagi. Inilah FormulaBisnis yang telah teruji, yang telah mengantarkan banyak orang menjadi pebisnis internet handal di Indonesia, dalam konsep Panduan Tiga Langkah Menghasilkan Uang Melimpah Dari Internet. FormulaBisnis ini dikelola oleh Joko Susilo, ST yang dikemas dalam sebuah sistem yang bernama SISTEM MESIN UANG OTOMATIS, yang disingkat dengan SMUO.
Dimana anda dapat melihat lembaran yang saya tawarkan tersebut?
Oke, silakan anda Klik Disini! untuk melihat. Tapi, ingat! Jangan anda oder dulu! Anda tidak perlu keburu nafsu. Karena anda masih memerlukan membaca tawaran menarik lainnya dari saya nantinya. Silakan anda baca dulu, dan kembalilah ke lembaran ini setelah itu.
Nah, anda sudah baca? Anda bersedia menerima tawaran berikutnya dari saya? Tawaran ini gratis (tanpa biaya) untuk anda dari saya. Inilah dia:
“Setelah anda order paket SMUO itu nanti, anda akan memerlukan sebuah Blog. Bagi anda yang masih kebingungan tentang bagaimana cara membuat blog, saya menawarkan serangkaian paket tentang cara membuat blog dengan mudah di Blogger/Blogspot. Ini saya tawarkan gratis untuk anda.”
Anda tentu bertanya; apa saja guna blog tersebut bagi anda? Inilah gunanya:
  1. Apabila nanti anda sudah punya “produk” sendiri yang hendak anda pasarkan (baca: jual – pen.), maka blog adalah sarana penting yang paling efektif untuk me-review dan meng-iklankan serta memasarkan “produk” anda, seperti yang Joko Susilo lakukan di blog-nya. Untuk melihat Blog Joko Susilo tersebut, anda dapat lihat disini.
  2. Atau, sementara anda sedang merancang dan menggodok produk anda sendiri, anda tetap punya kesempatan untuk mendapatkan uang yang tidak sedikit dari internet dalam masa itu. Yakni, dengan menjadi Reseller Produk SMUO-nya Joko Susilo tersebut. Sekali lagi, blog sangat penting peranannya bagi anda sebagai Reseller, seperti yang saya lakukan pada lembaran ini. Bayangkan, bila anda beriklan di tempat lain, akan sangat banyak mengeluarkan biaya. Namun, biaya tidak berlaku bila anda punya blog sendiri. Anda bebas beriklan di blog anda sendiri, sesuka hati anda, dan tanpa biaya.
Selain kedua fungsi tersebut, anda juga bisa menghasilkan uang melalui blog dengan cara lainnya, seperti :
  1. Iklan. Misalnya, anda ikut dalam program iklan Google Adsense. Banyak sudah para Blogger Indonesia yang telah menghasilkan ribuan US Dollar (US Dollar, bukan Rupiah) perbulannya dari program Google Adsense. Selain Google Adsense, program iklan lainnya yang bisa diikuti seperti; WidgetBucks, dan Text Link Ads.
  2. Iklan Langsung. Anda bisa tawarkan blog anda ke beberapa lembaga atau perusahaan untuk memasang iklan di blog anda. Misalnya, hotel, biro perjalanan haji atau wisata, restoran, dan perusahaan-perusahaan lainnya. Dus, kalau trafik blog anda sudah ramai, anda malah tidak perlu menawarkan kepada mereka, tapi mereka sendirilah yang akan menawarkan untuk beriklan di blog anda. Anda dapat tentukan tarif iklan sesuai dengan yang anda inginkan.
  3. Menjual Blog. Anda bisa membuat blog dengan tujuan menjualnya kembali. Bila trafik blog anda sudah tinggi, blog anda bisa bernilai ratusan juta rupiah. Setelah anda jual, kemudian anda membuat blog lagi, tingkatkan kembali trafiknya, dan dijual kembali dengan harga yang tinggi. Demikian seterusnya.
  4. Menjual Merchandise Blog Anda. Bila blog anda pengunjungnya sudah sangat ramai dan punya banyak penggemar, anda bisa menjual merchandise yang bertuliskan blog anda. Bisa berupa kaos, topi, kalender, gantungan kunci, stiker yang keren, atau cendera mata lainnya.
  5. Menjadi Konsultan Blog. Anda bisa menjadi konsultan bagi orang-orang atau lembaga yang ingin membuat blog. Di luar negeri profesi ini sudah lama berkembang. Anda bisa tentukan tarif untuk sebuah blog yang anda tangani.
  6. Dan, masih banyak lagi cara menghasilkan uang melalui blog yang bisa anda lakukan. Bila anda sudah punya blog, dalam perjalanan kegiatan blogging nanti, anda akan lebih banyak lagi temukan ide menghasilkan uang melalui blog. Yang saya sebutkan hanya sedikit dari banyak cara menghasilkan uang melalui blog. Namun, anda tidak perlu pusingkan dulu memikirkan kelima cara yang saya sebutkan terakhir. Untuk tahap pertama, anda cukup berkonsentrasi pada dua cara pertama yang telah saya sebutkan di atas. Bila anda fokus, kedua cara tersebut sudah lebih dari cukup bagi anda untuk menghasilkan profit melimpah dari internet.
Nah, sekali lagi, mengenai cara pembuatan blog ini, saya tawarkan gratis (tanpa biaya) kepada anda. Tidak itu saja, inilah serangkaian paket menarik yang saya tawarkan kepada anda secara gratis:
1. E-Book Cara Mudah Membuat Blog di Blogger/Blogspot
Bagi para pemula, banyak yang merasa sangat kesulitan untuk membuat sebuah blog. Kalaupun sudah ada tutorial tentang membuat blog dimana-mana, kebanyakan bahasanya susah untuk dipahami oleh mereka yang masih pemula (apalagi yang “gaptek”). E-Book ini saya rancang sepraktis mungkin. Memuat hal-hal yang sangat mendasar tentang bagaimana membuat blog; berurutan dari apa yang pertama mesti dilakukan sampai akhir, ringkas dan padat, dengan bahasa yang mudah dipahami, dan mudah diikuti. Dilengkapi gambar yang memudahkan anda mengikuti setiap petunjuk di dalamnya. Sehingga, bagi anda yang “gaptek” sekalipun, akan bisa dengan mudah membuat sebuah blog dengan mengikuti panduan di E-Book ini tahap demi tahap.
Nah, kenapa membuat blog di Blogger/Blogspot? Karena membuat blog di Blogger gratis dan mudah. Banyak fasilitas dan widget menarik yang bisa dimanfaatkan di Blogger ini, sehingga blog bisa ditata secantik dan semenarik mungkin. Blogger juga tidak melarang anda memasang iklan, walaupun anda tidak menggunakan domain berbayar sekali pun. Blogger tidak melarang penggunanya melakukan usaha menghasilkan uang (monetasi) melalui blog. Banyak sekali kelebihan Blogger dibanding penyedia blog lainnya. Dan kelebihan Blogger, yang tidak dimiliki oleh yang lainnya, adalah Blogger ini miliknya Google.
2. E-Book Cara Meningkatkan Trafik Blog Anda
Setelah blog anda jadi, E-Book ini sangat anda perlukan. Trafik pengunjung adalah nyawa blog anda. Trafik pengunjung yang ramai ke blog anda adalah celah untuk menghasilkan uang (monetasi) melalui blog anda. E-Book ini akan memandu anda bagaimana meningkatkan trafik pengunjung ke blog anda dengan waktu yang relatif singkat.
Saya mulai blogging dengan blog Sudeska.Net ini pada angka Alexa Traffic Rank diatas 15 juta. Angka itu telah menyusut dibawah 1 juta dalam waktu kurang dari satu setengah bulan, dan akan terus berkurang. Sebenarnya, dalam perkiraan saya, angka itu bisa lebih cepat lagi menyusut dari waktu satu setengah bulan tersebut. Tapi, saya lebih menginginkan Enjoy Blogging.
E-Book ini adalah rangkuman pengetahuan dari berbagai sumber, hasil pengamatan, dan dipadu pengalaman pribadi saya sendiri. Disertai pula dengan panduan mendaftarkan blog anda di beberapa Search Engine. E-Book ini juga saya rancang dengan bahasa yang mudah dipahami.
3. E-Book Cara Memasang “Meta Tag” Paling Akurat di Blogger
Bagi anda yang masih sangat awam mengenai blog, mungkin masih bingung “apa itu Meta Tag?” Tak perlu anda pusingkan dulu. Nanti akan saya jelaskan kepada anda di E-Book ini. Meta Tag berfungsi agar deskripsi dan (terutama) kata kunci blog anda cepat di-indeks oleh Search Engine. Sehingga, pengunjung yang melakukan pencarian dengan kata kunci yang anda gunakan di Search Engine (terutama Google), akan menemukan blog atau artikel anda di halaman pertama pencarian.
Agar anda tidak terlalu bingung, berikut ini adalah beberapa contoh kata kunci (keyword) yang saya gunakan untuk Blog Sudeska.Net ini:
  • Untuk kata kunci “Ekonomi, Politik, Kebangsaan”, untuk melihat urutan blog saya (Sudeska.Net) ini di pencarian Google silakan klik disini.
  • Untuk kata kunci “Tentang Ideologi”, silakan klik disini.
  • Untuk kata kunci “Jenis-Jenis Ideologi”, silakan klik disini.
  • Untuk kata kunci salah satu tokoh dunia “Murtadha Muthahhari”, silakan klik disini.
  • Untuk kata kunci “Kesalahan Berpikir”, silakan klik disini.
  • Untuk kata kunci “Penyebab Kesalahan Berpikir”, silakan klik disini.
  • Untuk kata kunci “Tayangan TV Yang Tidak Berkualitas”, silakan klik disini.
  • Untuk kata kunci “Akibat Tayangan TV Yang Tidak Berkualitas”, silakan klik disini.
  • Untuk kata kunci “Melahirkan Presiden” (kata kunci ini agak unik, mungkin hanya para ilmuwan atau pakar politik yang kebanyakan mencarinya), silakan klik disini.
  • Untuk kata kunci “Perbankan Nasional”, silakan klik disini.
  • Untuk kata kunci “Maaf Zahir dan Batin” (kata kunci ini sengaja saya buat demikian untuk menargetkan pengunjung dari negara tetangga, Malaysia), silakan klik disini.
Nah, yang saya sebutkan diatas, adalah sebagian dari kata kunci (keyword) yang saya gunakan untuk blog Sudeska.Net ini. Itulah kegunaan Meta Tag, agar kata kunci artikel (blog) anda ter-indeks di pencarian Search Engine.
Ingat! Search Engine adalah salah satu media vital yang mengantarkan pengunjung sampai ke blog anda. Dan, sebenarnya, ada sebuah rahasia dimana tempat yang paling akurat bagi anda untuk memasang Meta Tag ini pada kode template blog anda di Blogger. Sehingga kata kunci anda selalu berada di halaman pertama pencarian search engine. Rahasia ini akan saya beberkan kepada anda di dalam E-Book ini. Dilengkapi pula dengan panduan (cara) membuat kata kunci yang paling efektif untuk blog anda, dan beberapa panduan dasar-dasar SEO (Search Engine Optimazion) untuk blog yang perlu anda ketahui.
4. Beberapa Pilihan Template/Theme Gratis Agar Blog Anda Tampil Cantik dan Sesuai Selera Anda
Ada tiga hal mendasar, yang harus diperhatikan, dalam memilih template:
  • Kemenarikan dan kecantikan tampilannya (estetika).
  • Kecepatan loading page-nya, agar pengunjung blog anda tidak jenuh menunggu loading blog anda.
  • Susunan kode template-nya akrab dengan search engine (SEO Friendly), sehingga spider search engine cepat merayapi (membaca) blog anda, dan tidak menganggap blog anda sebagai spam.
Template-template yang saya rekomendasikan kepada anda nantinya, adalah template yang sudah saya uji dan (insya Allah) memenuhi ketiga kriteria dasar tersebut. Dilengkapi petunjuk (cara) instalasinya yang mudah untuk anda pahami.
5. Informasi Penting Seputar Tutorial/Petunjuk Teknis Blog dan Blogging Yang Mudah Dipahami Untuk Mempercantik dan Meng-optimasi Blog Anda
Setelah minat dan pengetahuan anda tentang blog berkembang, anda akan sangat membutuhkan informasi-informasi tutorial yang saya maksudkan ini nantinya. Informasi tersebut tersedia dalam bahasa Indonesia dan mudah untuk dipahami, cocok bagi anda yang pemula.
6. E-book Tata Cara Berpindah ke Domain Berbayar (Custom Domain) di Blogger
Misalnya, alamat (URL) blog anda sebelumnya adalah http://sudeska.blogspot.com, lalu anda ingin mengubah (memindahkannya) menjadi www.sudeska.com, atau menjadi www.sudeska.net, atau menjadi www.sudeska.co.id, atau yang berakhiran lainnya seperti .info, .biz, .us, dan lain-lain agar blog anda terkesan eksklusif dan lebih profesional. Apalagi, kalau tujuan blog anda untuk bisnis. E-Book ini saya rancang untuk membantu anda dengan mudah, ringkas, dan cepat untuk keperluan tersebut.
Keenam layanan diatas saya sediakan gratis untuk anda. Dan, tidak itu saja. Selain keenam layanan tersebut, saya juga melayani konsultasi gratis kepada anda:
  1. Konsultasi gratis bagaimana memahami SMUO, bila ada kendala anda dalam memahaminya.
  2. Konsultasi gratis seputar blog Blogger/Blogspot; membuat blog dan mengembangkan blog anda. Sampai anda bisa.
Kedua konsultasi gratis tersebut bisa anda pilih melalui beberapa alternatif media, yakni:
1. Melalui e-mail saya di kherysudeska@gmail.com
2. Melalui facebook saya, klik disini.
3. Terakhir, dengan SMS atau telpon via Ponsel saya.
Nah, semua paket layanan gratis tersebut, hanya akan saya berikan kepada anda secara cuma-cuma apabila anda melakukan order Paket SMUO-nya Joko Susilo melalui link di bawah ini:
Bila anda telah “tuntas sepenuhnya” melakukan order SMUO melalui link yang saya rekomendasikan tersebut, segera kirim pemberitahuan melalui e-mail ke kherysudeska@gmail.com, kemudian saya akan segera mengirimkan keenam paket yang telah saya sebutkan, serta nomor ponsel saya kepada anda melalui e-mail.
Ingat! Untuk memulai bisnis ini sangat diperlukan keyakinan, kecepatan, dan ketepatan kerja anda. Keraguan hanya akan membuat anda terus merasa bimbang dan menunggu. Sementara dunia terus berputar dan bergerak meninggalkan anda. Dan, peran saya, hanya mencoba membantu mengatasi kesulitan anda.
Bila ada pertanyaan, silakan kirim ke e-mail saya, atau melalui kotak komentar di bawah ini.
Saya, Khery Sudeska. Sampai bertemu lagi dengan anda, pada era kesuksesan yang gilang-gemilang.

Laki-Laki Terakhir di Muka Bumi

Malam itu, saya tidur lebih cepat dari biasanya. Mungkin karena lelah. Habis pulang shalat Isya dari masjid, saya langsung tertidur. Kemudian, saya terbangun tengah malam, kira-kira pukul dua dinihari. Karena masih mengantuk, saya coba hidupkan TV untuk menghilangkan rasa kantuk. Saya mau tuju channel favorit saya, Discovery atau National Geographic. Tapi, saya terhenti di channel Cinemax. Judul film-nya menarik perhatian saya; “The Last Man On Planet Earth”.

Anda mungkin sudah pernah menontonnya. Lagian, ini mungkin bukan film baru. Hanya saja, tidakkah anda merasa, bahwa judul film itu menyimpan makna yang padat. “Laki-laki Terakhir di Planet Bumi”. Padat akan realitas dan padat akan prediksi. Padat akan realitas, karena memang jumlah wanita hari ini lebih banyak dibandingkan jumlah laki-laki. Padat akan prediksi, karena hal itu bisa saja terjadi di suatu waktu di masa depan.

Oh, tunggu dulu! Saya tidak sedang membicarakan sentimen gender. Bukan, bukan itu maksud saya. Saya justru sedang membicarakan keseimbangan.

Sejarah menunjukkan, bahwa ada kecenderungan masyarakat, bahkan dunia, untuk “menekan” kelahiran anak perempuan dan “menganjurkan” kelahiran anak laki-laki. Ini karena alasan tertentu. Saya tidak perlu ceritakan kenapa dan mengapa begitu. Anda sudah tahu. Dan ini, sebenarnya, sebuah “kejahatan sejarah”.

Menariknya, yang terjadi hari ini, tetap saja yang lebih banyak jumlahnya di dunia ini adalah jumlah perempuan. Saya tidak tahu persis, apakah jumlah perempuan ini lebih banyak akhir-akhir ini saja, atau memang sudah banyak dari dulunya. Terus terang, soal ini saya tidak punya data. Dan bukan ini yang ingin saya fokuskan pada pembicaraan ini.

Kita kembali ke cerita film itu. Kenapa terjadi “kekurangan” laki-laki di film itu? Karena laki-laki “dimusnahkan” oleh perempuan. Perempuan, memandang laki-laki sebagai sumber kekerasan di muka bumi ini. Laki-lakilah sumber kekacauan di dunia. Laki-laki dengan sifatnya yang kasar, dan cenderung ingin mendominasi, telah menyebabkan cita-cita akan tatanan dan peradaban dunia yang damai sukar untuk diwujudkan. Laki-lakilah yang merampok. Laki-lakilah yang memperkosa. Perang-perang besar yang terjadi di dunia adalah ide kaum laki-laki.

Pendek kata, bila ingin sebuah tatanan dunia yang damai, peradaban yang benar-benar beradab, tak pelak lagi, jalan satu-satunya yang harus ditempuh adalah “memusnahkan” kaum laki-laki. Dari sisi ini, terlihat jelas, laki-laki dipandang sebagai subjek realitas, bukan objek realitas.

Saya yakin, hampir semua anda, laki-laki ataupun perempuan, tidak setuju dengan pandangan ini. Karena, pada dasarnya, laki-laki dan perempuan adalah makhluk yang saling membutuhkan. Pada kasus lain, laki-laki dan perempuan, adalah dua subjek yang saling berhubungan terhadap objek tertentu.

Bukankah karena semakin tingginya (maaf) rok perempuan, mempengaruhi tingginya jumlah kejahatan seksual. Bukankah, kadangkala, perempuan sebagai salah satu alasan laki-laki melakukan kejahatan; perampokan, korupsi, penipuan, perkelahian, pembunuhan, dan sebagainya. Dalam konsep Islam, sejarah terjadinya pembunuhan pertama manusia oleh manusia, ikut membenarkan bahwa laki-laki dan perempuan adalah dua subjek yang berhubungan terhadap objek tertentu.

Tapi, sebaliknya, bukankah juga banyak kasus yang menunjukkan, bahwa akibat egoisme dan kasarnya perangai laki-laki, yang menyebabkan terjadinya keretakkan rumah tangga; perceraian, perselingkuhan, dan lain sebagainya. Lalu, dimana sebenarnya letak persoalan ini?

Film itu, secara tersirat, akhirnya juga menjawab bahwa kehadiran laki-laki adalah sebuah kebutuhan bagi perempuan, begitu pula sebaliknya. Laki-laki sangat banyak menjadi sebab dari akibat yang dilakukan perempuan, sebagaimana perempuan juga sangat banyak menjadi sebab dari akibat yang dilakukan laki-laki. Laki-laki dan perempuan adalah sebuah entitas dari sifat kemanusian yang sudah semestinya ada. Tegasnya lagi, ini sudah merupakan takdir Tuhan.

Oleh sebab itu, eksistensi laki-laki dan eksistensi perempuan itu bukanlah sebuah persaingan. Tapi, sebaliknya, eksistensi laki-laki itu melengkapi eksistensi perempuan, sebagaimana eksistensi perempuan itu melengkapi eksistensi laki-laki. Keseimbangan inilah yang mesti dijaga dan dihormati. Tampak klise memang. Tapi inilah yang sering terlupakan. Agama, bahkan sejarah (sebagai takdir Tuhan) banyak mengajarkan hal ini kepada kita.

Perkembangan terakhir, di China, ekses dari kebijakan “keluarga berencana” dengan satu anak, yang pada gilirannya masyarakatnya lebih banyak “mengusahakan” untuk melahirkan anak laki-laki, telah menimbulkan kekhawatiran baru dari pemerintah. Bila ini terus berlanjut, maka akan terjadi kekurangan perempuan di negara itu, yang berakibat terjadinya kekacauan dalam negara karena memperebutkan perempuan.

Akhirnya, pemerintah China melahirkan kebijakan baru. Yakni, apabila sebuah keluarga melahirkan anak perempuan, biaya pendidikannya dari tingkat dasar sampai perguruan tinggi ditanggung oleh pemerintah. Ini bertujuan mendorong masyarakatnya untuk “berusaha” melahirkan anak perempuan.

Hal ini, semakin menunjukkan bahwa keseimbangan itu perlu. Walaupun pada lain sisi, dari segi persentase jumlah laki-laki dan perempuan di dunia, hal ini akan berakibat semakin menambah banyaknya jumlah perempuan.

Dalam pemahaman Islam, fenomena banyaknya jumlah perempuan ini, sebenarnya tidaklah mengherankan. Karena Nabi pun, beberapa ratus tahun yang lalu, telah mengatakan bahwa hal ini akan terjadi. Banyaknya jumlah perempuan, ketimbang jumlah laki-laki, adalah salah satu tanda dari tanda-tanda semakin dekatnya kiamat. Dan kiamat, bagi orang yang percaya, bukanlah sebuah berita duka. Sebaliknya, kiamat merupakan berita gembira. Karena saat itulah keadilan yang sejati ditegakkan.

“Terpaksa Melahirkan Seorang Presiden”

Ada hal yang ingin saya sampaikan sebelum bercerita lebih jauh. Pertama, artikel di blog ini sedikit terlambat di up-date. Beberapa hari yang lalu, teman saya si Ariel patahati melaporkan sesuatu kepada saya di BlogCatalog. Dia bilang tampilan komentar Sudeska.Net bermasalah. Setelah saya cek, ternyata betul. Komentar yang satu tumpang tindih dengan komentar lainnya. Lalu saya coba perbaiki berkali-kali, tapi hasilnya malah tambah kacau balau. Lalu, saya putuskan saja untuk mengganti template. Inilah yang membuat pekerjaan meng-up-date blog ini menjadi lama. Saya coba beberapa template, tapi hasilnya kurang memuaskan saya. Tidak cocok dengan tema blog ini. Akhirnya, cari punya cari, keputusan akhirnya singgah di template miliknya Kang Rohman. Dengan sedikit modifikasi, akhirnya beginilah tampilan blog ini. Semoga saja anda suka. Ini masih tahap “BETA”, kemungkinan masih ada sedikit perubahan di sana-sini. Dan kepada Kang Rohman, saya ucapkan terima kasih atas templatenya.

Kedua, satu hari sebelum Pemilihan Presiden kemarin, saya ingin mem-posting sebuah tulisan dengan judul “Memilih Dengan Hati Nurani? Apa Hati Nurani Itu?”. Tapi jangan salah mengerti. Isi artikel itu tidak ada hubungannya sama sekali dengan Partai Hanura. Saya juga bukan anggota partai itu. He..he..he… Hati nurani yang ingin saya kupas di artikel itu adalah tentang sendi-sendi hati nurani berdasarkan tafsir Buya HAMKA dalam Al-Azhar tentang ayat-ayat yang membicarakan hati. Tapi, artikel itu urung diterbitkan karena masalah pertama tadi. Kalau saya terbitkan sekarang, rasanya tidak relevan lagi. Itulah susahnya kalau blog bertema ekonomi, politik, dan kebangsaan ini.

Oke. Cukup introduksinya. Lagian, tidak ada hubungannya sama kata kunci blog ini. Kita langsung saja masuk pada cerita judul ini.
Saya baca facebook-nya Pak Husnu Abadi, saya menemukan hal yang menarik di sana. Disitu Pak Husnu menulis,
Jumat malam (19 Juni 2009), saya hadir dalam acara pameran seni rupa dari pematung Sjamsul Makruf di Taman Budaya Mataram, Lombok. Ada sebuah patung, berupa ibu yang kurus kering yang sedang hamil. Dan hamilnya memang besar. Judul patung itu adalah “Terpaksa Melahirkan Seorang Presiden”. Dalam keterangannya Sjamsul menulis, “bahwa untuk jembatan Suramadu, memerlukan Rp.5,5 triliun, dan akan kita nikmati selama 100 tahun bila negeri ini mampu merawatnya. Sedangkan untuk menghasilkan seorang presiden, yang hanya selama 5 tahun, APBN harus menganggarkan Rp.9 triliun atau Rp.10 triliun. Oh, nasib negeri yang miskin yang punya selera besar dalam berdemokrasi ……..”
Pendapat Sjamsul Makruf, bila mau kita nilai lebih jauh, masih terasa abstrak memang. Bahkan, bisa saja cenderung paradoksal, apabila presiden yang “dilahirkan” dari pesta demokrasi dengan biaya yang sebesar itu adalah benar-benar presiden yang berkualitas, yang mampu mengantarkan bangsa ini kepada cita-citanya. Biaya sebesar itu akan terasa kecil dan tidak sebanding. Tapi, Sjamsul akan menjadi benar, apabila yang terjadi adalah sebaliknya.
Nah, bagaimana penilaian kita? Tentunya berbeda-beda pula. Tidak dapat dipaksakan sama. Karena penilaian dipengaruhi persepsi, dan persepsi dipengaruhi oleh faktor personal dan faktor situasional. (Lihat Jalaluddin Rakhmat, 2004:51 atau lihat juga David Krech dan Richard S. Crutchfield, 1977:235)
Lupakan perbedaan penilaian kita. Mari lihat kenyataan bangsa ini. Mulai dari jumlah penduduk yang terus membengkak mencapai 240 juta jiwa, angka kemiskinan yang masih tinggi, korupsi, pengangguran, kriminalitas, kesehatan dan pelayanan kesehatan, kejahatan seksual, penurunan moral, tayangan TV yang tidak berkualitas, utang luar negeri yang meningkat Rp.400 triliun dalam empat tahun terakhir (walaupun dari sisi ratio utang terhadap GDP hal itu tidak jadi masalah), sampai kepada persoalan PLN, adalah sebagian dari sekian banyak dereten agenda yang harus diselesaikan.
Masih persoalan lama memang. Tapi, inilah yang terus mendera bangsa ini. Anda sudah tahu itu. Sebagian anda mungkin sudah malas mendengarnya. Dan saya tidak bermaksud untuk membahas masalah itu satu persatu saat ini.
Saya dan anda telah menentukan pilihan beberapa hari yang lalu. Terlepas dari pilihan saya dan pilihan anda itu menjadi pemenang atau tidak, presiden dari hasil “persalinan demokrasi” tahun 2009 ini telah (atau hampir) “dilahirkan”. Mari, kita semua jangan sampai mematikan sesuatu yang tidak boleh mati dalam diri kita, yaitu harapan.
Ya, harapan tidak boleh mati dalam diri kita. Kita juga sadar, menyelesaikan masalah bangsa ini tidak semudah membalik telapak tangan. Oleh karena itu, saya dan anda, terus berharap pemimpin yang “dilahirkan” adalah pemimpin yang punya niat baik dan dibantu oleh orang-orang yang punya niat baik pula, membentuk bangsa yang punya niat baik, menuju negara dalam situasi yang baik.
Kalau tidak, ritualitas “persalinan demokrasi” kita setiap lima tahunnya, benar kata Sjamsul, hanya akan membuat kita terus “terpaksa melahirkan seorang presiden”…

Debat

Judul ini sebenarnya sudah dibahas oleh Goenawan Mohamad pada Catatan Pinggir majalah Tempo edisi sepekan yang lalu. Tapi, saya tak tahan juga ingin nyeletuk. Karena saya tertarik, geli, sekaligus “risau” (ini hanya penghalusan bahasa untuk tidak menyebut “muak”) melihatnya.

Saya tertarik, karena ini adalah ajang debat para calon pemimpin negeri ini, yang ditayangkan salah satu stasiun televisi swasta beberapa hari yang lalu. Saya tertarik, karena ini adalah salah satu “hiburan” yang cukup menyenangkan. Tapi, saya tidak tertarik karena saya ingin melihat dan mencermati tentang fakta dan data yang mereka ungkap tentang bangsa dan negara, yang seharusnya ini yang paling perlu, karena pengungkapan mereka soal ini (betul kata Goenawan Mohamad) sangat dangkal. Dan saya yakin, ini bukanlah tujuan utama penyelenggaraan acara tersebut oleh sang tuan rumah.

Saya geli, karena debat para tim suksesnya setelah itu sudah hampir mirip dengan pertengkaran anak-anak. Hampir tidak lagi menggunakan logika dan penuh dengan emosi. Saya risau, karena karena perdebatan itu sudah jauh dari standar etika yang santun. Emosi lebih dikedepankan dalam mematahkan argumen lawan ketimbang berbicara realitas kebangsaan. Pada saat itu argumen lawan, yang mungkin sedikit bermuatan logika dan fakta, tidak lagi menjadi masukan yang bisa diterima. Saling potong dan bagaimana membungkam lawan dengan cara apapun menjadi halal. Sehingga ajang itu sudah menjadi ajang bunuh membunuh opini, bukan lagi menghidupkan opini. Ajang itu telah menjadi saling bunuh membunuh logika, bukan lagi menghidupkan logika.

Debat, dalam pengertian dan tujuan, memang sangat berbeda dengan rapat dan diskusi. Rapat bertujuan untuk mencari keputusan. Diskusi bertujuan untuk mencari kebenaran. Tapi, tujuan debat seperti yang kita lihat hari ini hanya untuk mencari dan menjadi pemenang. Yah, pemenang dalam ajang itu. Pemenang dalam debat itu. Debat itu tidak lagi untuk meyakinkan.

Socrates, dulunya, ketika ia bertanya dan meminta jawab. Ketika ia membantah dan dibantah. Pada saat itu ia tidak bermaksud mematahkan lawan bicaranya hingga takluk. Teknik ini yang kemudian dikenal dengan teknik eclenchus. Dengan teknik ini ia bermaksud untuk menggugah orang untuk berpikir, mengoreksi hidup, dan menjadi lebih bijaksana. Ia tidak hanya mengoreksi orang. Ia juga mengoreksi dirinya dan meminta orang mengoreksi dirinya. Ia menghidupkan logika, bukan membunuh logika.

Namun, “luar biasa” hari ini apa yang terjadi pada debat calon presiden dan calon wakil presiden kita, terutama debat para tim suksesnya. Logika dan rasionalitas tertutup rapat di bilik-bilik besi emosi dan nafsu. Saat logika dan rasionalitas tertutup, saat itulah kesadaran akan diri sendiri dan orang lain menjadi hilang. Pembicaraan-pembicaraan yang keluar pun menjadi pembicaraan-pembicaraan yang tidak sadar. Maka, hampir dapat disimpulkan, debat yang terjadi ketika itu adalah debat yang tidak sadar.

Saya tidak tahu apa yang ada di benak masyarakat yang menyaksikan debat itu. Apakah juga sama dengan apa yang ada di benak saya? Entahlah…!

Dan yang lebih “menarik” lagi, para pemandu debat, yang notabene para penyiar televisi yang menayangkan acara tersebut, mencoba mengejar, memancing, menambah panas, dan menambah arah pembicaraan menjadi semakin tak berlogika. Mereka tidak lagi menjadi “moderator” yang asal katanya adalah “moderat”, yang berarti bijaksana. Sesekali mereka bertepuk tangan untuk sebuah argumen yang dangkal, yang disambut pula riuh tepuk tangan dan sorak para pendukung yang hadir di acara tersebut. Acara itu pun menjadi lebih mirip sebuah pertandingan, bukan lagi debat calon pemimpin bangsa. Pada saat itu, pendangkalan itu semakin terasa.

Maaf, kawan. Saya “risau” melihat acara itu. Saya jadi teringat apa yang dikatakan Pak Enceh di facebook, “Katakan pada rakyat, demokrasi harus berganti aturan main. Yang menang bukan suara terbanyak. Tapi, yang mendapat suara paling sedikit. Agar setiap kandidat dapat berkampanye dengan santun. Jangan pilih saya. Pilihlah si anu, pilihlah si polan, dia baik, dia memiliki kemampuan… Saya mendukung dia.”