Refleksi dan Catatan-Catatan Kecil

Filed under Humanisme, Wacana Umum

Penyebab Kesalahan Berpikir

Dalambuku  Man and Universe,  Murtadha Muthahhari menyebutkan ada lima penyebab kesalahan berpikir:

Pertamabersandar pada prasangka (persangkaan), bukan pada pengetahuan yang pasti. Persangkaan adalah penyebab utama kekeliruan. Descartes pernah bilang, “Jangan tergesa menghubung-hubungkan gagasan dengan kecenderungan.”

Keduahawa nafsu. Sekali-kali jangan pernah untuk bersikap tidak adil dalam menilai. Bila seseorang tidak adil dalam memberikan penilaian, maka secara tidak disadari, arah pemikirannya akan cenderung kepada hawa nafsunya.

Ketigatergesa-gesa.

Keempatberpikir tradisional dan melihat ke masa lalu. Kecenderungan alamiah manusia adalah cepat menerima gagasan atau kepercayaan yang sudah diterima oleh generasi sebelumnya, tanpa memikirkannya lebih jauh.

Kelima, memuja tokoh atau mengkultuskan seseorang. Mengkultuskan seseorang akan membuat seseorang tidak berani beda dengan pendapat sebelumnya atau pendapat tokoh yang dikultuskan tersebut. Ini akan menyebabkan seseorang kehilangan kemerdekaan berpikir dan berkehendak. Kata Muthahhari lagi, Al-Qur’an menyeru kita agar berpikir independen dan jangan membabi buta mengikuti pendapat orang-orang terdahulu.

Catatan: Oleh sebab kesibukan saya, penjabaran kelima penyebab kesalahan berpikir ini belum tuntas sepenuhnya. Bila ada kesempatan di lain hari, silakan kembali lagi kesini untuk membaca penjelasan kelima hal tersebut selengkapnya. Insya Allah!

56 Responses to “Penyebab Kesalahan Berpikir”

  1. nakjaDimande says:

    sudeska, seperti biasa.. bila berkunjung dihalamanmu ini mande harus ulang menyimak lagi dan lagi.. karena sungguh berat bagi bundo memahami dalam sekali baca..

    buku buya Hamka.. mande belum pernah baca, kecuali novelnya saja..

    [Reply]

  2. Khery Sudeska says:

    @nakjaDimande: Mande penggemar novel Buya HAMKA juga ya? Asyik dah, kalo gitu… :)

    [Reply]

  3. KitabBisnis says:

    Salam mas…saya ikut nimbrung satu.
    Hukum dualisme memang tidak pernah dapat dihilangkan dari dunia ini. Kita mengkategorikan orang lain kaya karena adanya orang miskin sebagai tolok ukurnya. Bagaimana kita bisa di ilang kaya jika tidak orang miskin sebagai perbandingan. Jadi kedua berjalan saling mendukung dan saling memunculkan.
    saya setuju dengan pendapat bahwa kemiskinan tidak pernah bisa dan "tidak pernah" akan bisa dihilangkan. Akan selalu ada sepanjang waktu, sepanjang jaman, sama dengan prostitusi.

    [Reply]

  4. Khery Sudeska says:

    @KitabBisnis: Silakan, Mas… dan Trims atas opininya. No problem :)

    [Reply]

  5. IwanKus says:

    kok tiba2 ada valentino rossi ya…
    sebelum pakai honda dia lebih dulu berjaya dengan aprillia mas…
    hehe…gak ada hubungannya ya
    saya belajar dulu deh mas…
    trims artikelnya

    [Reply]

  6. IwanKus says:

    kok tiba2 ada valentino rossi ya…
    sebelum pakai honda dia lebih dulu berjaya dengan aprillia mas…
    hehe…gak ada hubungannya ya
    saya belajar dulu deh mas…
    trims artikelnya

    [Reply]

  7. cow says:

    koment dulu deh baca ntar aja hehehe

    [Reply]

  8. heru says:

    mantap mas artikelnya, dengan memiliki hati dan jiwa yang besar maka orang tersebut memiliki banyak kekayaan. tapi kalau orang tersebut tidak saling memberi dan berbagi maka orang tersebut boleh dikatakan orang penuh dengan kemiskinan hehehe
    salam sukses selalu mas

    [Reply]

  9. Khery Sudeska says:

    @IwanKus: Itu waktu masih di 125 CC dan 250 CC, Mas Iwan. Waktu belum pindah ke kelas para raja. Kok malah jadi ngomongin motoGP ya? :D

    @cow: silakan, sob… Gak dibaca pun selepas itu gapapa, hehehe… (kidding, pizzz…)

    @heru: setuju atas opininya, mas Heru :)

    [Reply]

  10. candradot.com says:

    wuih… ngeri neh tulisannya. berat2…
    eniwei… plus minus pasti ada.
    kutub negatif dan positif juga gak bisa ilang

    [Reply]

  11. hill says:

    hidup valentino rossi!:D eh salah yaa :D , iy bener kawan, terjebak dgn pola pikir masa lalu dgn persepsi yg sudh dibangun sejak lama akan menutup sgala kemungkinan yg lain yg lbh baru utk di ekplorasi, (sy komen apa sih ampe bingung sendiri hehe) tp yg jelas, artikelnya menarik sekali,sy menikmati setiap aliran kata yg begitu jelas & terperinci :) thnxs kawan, ttp semangat berbagi ilmu

    salam

    [Reply]

  12. Khery Sudeska says:

    @candradot.com: Silakan, Mas Candra. Perbedaan pendapat dihargai setinggi-tingginya disini, hehehe :D

    @hill: Sama2, Kawan. Hidup Valentino Rossi!!! (Lha, kok jadi bicarakan Rossi) :D

    [Reply]

  13. arkasala says:

    saya kok sependapat dengan kemiskinan itu sudah pasti adanya dan realitasnya memang ada. Namun orang yang miskin bisa merubah dirinya atau merubah nasibnya sesuai dengan tingkat usahanya. Bukankah : Tidak akan berubah suatu kaum jika tidak berupaya untuk merubahnya sendiri. Jadi perubahan itu akan selalu ada. Termasuk tidak tertutup kemungkinan perubahan yang sebaliknya yaitu dari yang awalnya kaya mengalami hidup miskin karena kesalahan memilih jalan hidup, kesalahannya melakukan perubahan.

    [Reply]

  14. Khery Sudeska says:

    @arkasala: Ok, Mas Yayat… Sementara pendapat Mas Yayat saya tampung dulu. Nanti, saya akan cantumkan tambahan referensi mengenai pendapat saya di atas :)

    [Reply]

  15. wellsen says:

    Wah..artikel yang keren..
    saya setuju sekali..
    dalam melihat masalah, memang kita harus meletakkan diri kita pada posisi netral, terbebas dari segala prasangka dan subjektivitas..
    Bagaimana mungkin kita bisa berubah bila kita tidak mempercayai perubahan itu sendiri..
    Pada kenyataannya, apa yang kita percayai, itulah yang akan terjadi..

    Mari berubah…ke arah yang lebih baik tentunya :)

    [Reply]

  16. belajar blog says:

    Bener juga…
    kesalahan berpikir akan membuat seseorang tersugesti ke arah yang tdk semestinya

    [Reply]

  17. koleksi mainan says:

    Kalo saya sendiri setuju dengan 5 poin diatas
    Penilaian harus dilakukan dengan teliti kalo perlu didukung dengan data yang akurat dan ilmu pasti
    Kayak mas bilang, kepindahan Rossi dari Honda ke Yamaha. Dia tidak asal pindah, dia pasti punya perhitungan sendiri mengenai kesuksesan yang belum diraih ama Yamaha itu sendiri

    [Reply]

  18. Ricky says:

    Pemaparan yang lengkap mas, saya sangat setuju dengan point no 2 dan 3 yaitu hawa nafsu dan tergesa-gesa memang sering mengakibatkan kita melakukan kesalahan.
    Nice info mas,

    sukses selalu buat sudeska.net

    [Reply]

  19. genial? says:

    ko' kesalahan berpikir (itu juga kesalahan berfikir versi akang*) menyebabkan kita menjadi status quo terhadap semangat perubahan..?!??!

    ko' yg seperti itu di anggap kesalahan berfikir?!??!?!

    [Reply]

  20. genial? says:

    xixixixixixiixxx… maf kang bentar.. gw deman nii yang begini-begini… tp sayangnya.. saiia lg ngurusin https://www.google.com/webmasters/tools/settings dari triknya akang http://www.madegelgel.com/ bentaran kang.. soalnya saiia odong2 sama tekhnis bgonoan :(

    [Reply]

  21. genial? says:

    sampe dimana tadi kita kang?!??!

    [Reply]

  22. genial? says:

    yg saiia gag habis fikir… ko' bisa-bisanya kata2 …'adalah kesalahan berpikir…' itu menjadi pilihan akangnya tuk menyempurnakan tulisan ini? bukankah memang juga sudah sunnatulloh bahwa ada kanan dan ada kiri, ada atas ada bawah, demikian pula ada kaya ada miskin.. org yg berfikir bahwa 'miskin' itu nyata lantas tiba2 menjadi salah?!?! lantas menjadi 'penutup pintu' buat org tersebut 'berubah'?!?!

    hhmm… sambil ngisi waktu ngeliad SEOnya kang gelgel.. gpp kan kang saiia mondar/ir di sini?!??!

    hhmm… gagal itu indah? setelah saiia menulis gagal itu indah dan mendapat kritik tajam dari kang Arman (*lupa linknya, maaf).. sepertinya saiia sadar bahwa banyak hal yg mesti saiia benahi.. gagal iia gagal, indah itu indah… negatif sama postif berdiri di kutubnya masing2…

    kaya.. miskin… sama kang… nahhh entah itu di tengah2nya terjdi proses tuk 'berubah'.. itu lain soal… :( nengokin SEO lagi ahhh.. :(

    [Reply]

  23. deny rendra says:

    terjawab sudah jawaban ttg kesalahan berpikir yang sering aku tulis selama ini…
    nice post kanda !!!

    [Reply]

  24. alamendah says:

    Saya setuju sekali dengan 5 sebab kesalahan berfikir yang dinukil dari Al Qur'an tersebut. Tetapi sepertinya kelima-limanya tidak bisa menjadi dasar bahwa kemiskinan bisa dihilangkan (dalam konteks tidak ada kemiskinan di dunia).
    Seperti kita tidak akan bisa menghilangkan siang dan menjadikannya menjadi malam semua.
    Yang bisa terjadi adalah menghilangkan kemiskinan dalam konteks pengentasan kemiskinan. Yang tadinya miskin berubah menjadi kaya. Tetapi harus diingat, meskipun yang miskin akhirnya bisa menjadi kaya semua, bukan berarti yang miskin gak ada. Karena dari yang kaya bisa juga menjadi miskin.
    Maaf, sepertinya tulisan ini gamang dalam memilih "menghilangkan kemiskinan" dalam konteks mengentaskan atau menghilangkan sama sekali.

    [Reply]

  25. Truesdale says:

    hmmm… setuju kok mas… thanks nih tipsnya… bisa jadi lebih paham tentang cara berpikir kita…

    [Reply]

  26. endang kusman 2 says:

    Kunjungan balasan…

    Tulisan mas khery luar biasa tajam dan mengena. Kemiskinan akan selalu ada sampai kapanpun. Bahkan ada orang yang berpendapat bahwa kemiskinan juga sebagai salah satu penyebab pemicu terjadinya kejahatan, walaupun tidak selalu benar (sebab banyak orang kaya yang melakkan kejahatan bukan ?).
    Tingkat kemiskinan di negeri kita ini sangat tinggi. Yang harus difikirkan oleh pihak-pihak terkait bagaimana caranya mengurangi tingkat kemiskinan.
    Salam sukses dan persahabatan.

    Silahkan mampir ke blog saya yang lain :
    endang kusman

    [Reply]

  27. Agus Siswoyo says:

    Di bisnis online saat ini, ada kecenderungan memuja seseorang yang dianggap "setengah dewa", terutama bagi newbie.

    Memprihatinkan…!

    [Reply]

  28. bidan desa says:

    sebelumnya terima kasih telah mampir….

    artikelnya harus saya baca berulang-ulang untuk menangkap hal yang terkandung didalamnya…

    saya pernah membaca dalam suatu artikel dan masih tersimpan dihati saya yang paling dalam …. suatu saat orang miskin tidak akan mau menerima zakat / sedekahmu, tetapi orang miskin tersebut akan meminta darahmu …

    keep in touch

    [Reply]

  29. netmild says:

    ya memamng bener ada kaya ada miskin ga semua orang kaya tapi bagaimana kita harus berusaha itu yang harus di pikirkan

    [Reply]

  30. Iklan Gratis says:

    Memang iya, kemiskinan itu pasti ada. karena Allah menciptakan kehidupan ini itu berpasang-pasangan, ada wanita ada laki-laki, ada kaya ada juga miskin, dan mereka pasti saling mebutuhkan.
    orang kaya membutuhkan orang miskin, dan begitu juga sebaliknya. tapi yang miskin juga berhak untuk sukses dan bisa menjadi kaya.
    salam sukses selalu..
    Mengembalikan Jati Diri Bangsa

    [Reply]

  31. harmen batubara says:

    Pendapat seperti itu sah-sah saja, tetapi saya ingin mengingatkan, bahwa dalam ilmu jagad raya, semua itu sudah di set,skenarionya itu sudah final.Semua kita ini hanyalah pelakon saja, kalau lakon kita jadi kaya, pasti akan jadi kaya karena semua akan dipenuhiNYA (sutradara), tapi kalau lakon kita sedang miskin, maka kayak apapun usaha yang kita lakukan tidak akan pernah mengubah keadaan, kita tetap miskin.Karena itu kita harus memainkan lakon kita dengan ihklas,tanpa ngedumel, hadapi dengan tulus. Kalau lakonnya sedang jadi kaya, ya ingat dan bantulah orang miskin.Tapi kalau lakonnya lagi miskin, jangan musuhi orang kaya. Gitu mas Khery…http://wilayahperbatasan.com

    [Reply]

  32. hariyanto says:

    Orang miskin dan kaya di zaman sekarang kadang kabur. Mungkin karena banyak kepentingan; termasuk dipolitisasi dengan jargon senantiasa mengentas kemiskinan dan keluarlah angka-angka. Tetapi dari orang kebanyakan ( maaf mungkin ada yang marah ya..) jika dibilang kaya kadang marah karena maunya terus ingin mendapat BLT, beras murah, subsudi ini itu, dan akhirnya ….yang disebut miskin beneran jadi tidak dapat haknya. Kalau dalam agama …..barangkali miskin kaya beda-beda sedikit saja yaitu menyikapinya. Agar terjadi yang kaya bisa memberi dan yang miskin bisa menerima, atau bahkan menerima nasibnya dengan ikhlas….(aduh maaf sampai mana….jadi bingung jg)dan tentu saja tetap berusaha menjadi kaya. Disinilah perlunya kerjasama yang sinergis……baru kemiskinan menjadi lebih indah dan ringan dijalani. Salam Kenal Mas dari Belajar Internet Longlife.

    [Reply]

  33. Rita Susanti says:

    Kemiskinan itu memang sudah ada sejak dahulu kala karena memang itu adalah bagian dari realita kehidupan.

    Kemiskinan saya fikir memang akan selalu ada, dan tidak bisa hilang di muka bumi ini, kenapa? karena roda kehidupan itu kan selalu berputar. Jadi kemiskinan nya tidak bisa hilang, namun orang-orangnya bisa berganti. Mungkin kita yang saat ini sedang berada di tengah atau di atas, suatu saat bisa jadi berada di posisi paling bawah, dan begitu juga sebaliknya. Bukankah itu semua dipergulirkan untuk menguji sejauh mana kesabaran dan keimanan kita…

    Artikel yang mencerahkan, dan membuat kita menengok kembali apakah selama ini kita sudah salah dalam berfikir??. Terima kasih Bang:)

    [Reply]

  34. Khery Sudeska says:

    @Sahabat-Sahabat semua: Terimakasih atas pendapat anda semua. Saya sangat senang dengan beragamnya pendapat ini. Mulai dari saya sampai kepada pendapat sahabat-sahabat semua. Mudah2an ada hikmah yang bisa diambil nantinya. Amin… :)

    [Reply]

  35. Made Gelgel says:

    saya kayaknya masih tergesa-gesa

    makasih mas tipsnya

    [Reply]

  36. AeArc says:

    wah.. kalo ngomongnya serius kayak begini bisa pusing aku.. wakakaka

    [Reply]

  37. edylaw says:

    yang penting mau berusaha ya mas :D

    [Reply]

  38. webmaster info says:

    numpang baca2 dulu deh mas
    salam hangat

    [Reply]

  39. buwel says:

    Wooow, makasih artikelnya…

    [Reply]

  40. a-chen says:

    Mantab nian postingan kau….

    [Reply]

  41. rico surbakti says:

    klo miskin ya miskin aja tp jangan minta-minta. miskin jg klo beriman dan bertakwa kan bahagia. rejeki kan udah digariskan oleh Allah yang penting tugas kita berusaha sambil berdoa, seperti lagunya satria bergitar…. terlaluuu

    [Reply]

  42. Riswanto says:

    Maturnuwun bisa membaca postingan Mas Khery. Bagus banget. Miskin secara lahiriah lebih baik daripada miskin rokhani, miskin hati. Dan sungguh merugi bila sudah miskin lahiriah, masih juga miskin hati. Nauzubillah.
    Sukses Mas..

    [Reply]

  43. KangBoed says:

    Kedaling rasa nu pinuh ku bangbaluh hate, urang lubarkeun, ngawengku pinuh ku nyuuh, meungpeung wanci can mustari. Taqabalallahu Minna Wa Minkum
    Wilujeng Idul Fitri 1430 H, sim kuring neda dihapunten samudaya kalepatan.
    Kuring neda dihapunten kana samudaya kalepatan, boh bilih aya cariosan anu matak ngarahetkeun kana manah, da sadayana oge mung saukur heureuy, manusa mah teu tiasa lumpat tina kalepatan jeung kakhilafan

    [Reply]

  44. KangBoed says:

    Terselip khilaf dalam candaku,
    Tergores luka dalam tawaku,
    Terbelit pilu dalam tingkahku,
    Tersinggung rasa dalam bicaraku.
    Hari kemenangan telah tiba,
    Semoga diampuni salah dan dosa.
    Mari bersama bersihkan diri,
    sucikan hati di hari Fitri.
    Selamat Hari Raya Idul Fitri 1430 H
    Taqoba lallahu minnaa wa minkum
    Shiyamanaa wa shiyamakum
    Minal ‘aidin wal faizin
    Mohon maaf lahir dan batin
    Salam Cinta Damai dan Kasih Sayang ‘tuk Sahabatku terchayaaaaaaaank
    I Love U fuuulllllllllllllllllll

    [Reply]

  45. Teenager Talks says:

    No comment untuk artikel kali ini
    jika orang2 bershadaqah setidakknya angka kemiskinan akan berkurang
    Sebentar lagi hari lebaran saatnya sucikan hati dan jiwa menuju fitri

    [Reply]

  46. candradot.com says:

    selamat hari raya Idul fitri…
    mohon maaf lahir dan batin mas Khery

    [Reply]

  47. Khery Sudeska says:

    @sahabat-sahabat semua: Thanks atas opininya, saya mendapat masukan yang berharga :)

    [Reply]

  48. hpnugroho.com says:

    ulasannya dalem banget, jadi mikir-mikir lagi …

    tetap semangat ….

    [Reply]

  49. reez says:

    makasih infonya….

    [Reply]

  50. [...] modal utama hidup seorang manusia di dunia. Berani menunjukkan bahwa ia beriman kepada Tuhan, berpikir positif kepada Tuhan, percaya bahwa Tuhan pasti akan selalu memberikan yang terbaik bagi dirinya jika ia [...]

  51. [...] ini terjangkit penyakit latah dalam makna mengikut atau meniru ini. Mengikut dan menirunya pun tanpa dasar pemikiran yang kuat dan [...]

  52. [...] tulisan mengenai Kesalahan Berfikir, saya mendapat masukan yang berharga dari teman-teman, bahwa di dunia itu selalu ada dualisme; [...]

  53. [...] tidak diminta untuk terjebak dalam kesalahan berpikir pada titik ini. Justru, pada titik inilah, harus ada perencanaan dan kerja keras manusia. Dengan [...]

  54. [...] saya rasakan, ada dua tulisan saya yang cukup kontroversial ketika dibaca orang; artikel ini dan artikel yang ini. Sejujurnya, tak ada maksud saya untuk membuat rancu pemahaman disana, apalagi over acting. Sama [...]

  55. [...] asumsi ketiga dan keempat yang benar, itu sudah merupakan kesalahan berpikir yang akut. Bayangkan saja, kalau sekiranya banyak masyarakat kita berpikir dengan cara seperti itu, [...]

  56. [...] memang lebih enak bicara topik yang santai, ketimbang topik yang berat-berat seperti ideologi, sebab kesalahan berpikir, atau masalah [...]

Leave a Reply