Masih jelas dalam ingatan saya, saat itu masih kelas 1 SMP, bersama orang tua pulang ke kampung halaman. Tujuan kepulangan itu adalah membangun kebun keluarga. Saya sedang libur sekolah dan orang tua saya cuti kerja. Pagi sekali, kami sudah berangkat ke kebun. Siangnya, kami makan dengan makanan ala kampung yang sedapnya bukan main di sebuah kedai. Saat makan siang itulah, di kedai itu, selalu diputar lagu-lagu dangdut yang aduhai merdu dan enaknya. Menambah selera makan. Senandung-senandung almarhum Meggy Z. itu tak pernah lepas dari kenangan indah saya.

Sepuluh tahun kemudian, di Bandaraya Melaka, Malaysia, saya juga pernah mendengar lagu-lagu dangdut Indonesia dinyanyikan oleh biduan Malaysia di sebuah cafe. Ada tembang “Terajana” dan “Rembulan Malam”. Tapi, saya nilai, lagu itu dinyanyikan dalam tempo yang terlalu cepat. Sehingga kesyahduannya kurang bisa saya nikmati. Entah karena perbedaan selera orang Indonesia dan Malaysia dalam menikmati lagu dangdut, maka berbeda pula cara orang di sana mengekspresikannya.
Dangdut, sebagaimana klaim kita, adalah musik sejati masyarakat Indonesia. Demam dangdut ini pernah begitu mewabah di kalangan masyarakat kita. Sampai-sampai, almarhum Chrisye yang sejatinya adalah penyanyi pop, pun pernah terkena wabah ini. Terakhir kali, SLANK dengan “Pandangan Pertama”-nya. Tapi, citra dangdut juga pernah tercoreng oleh beberapa biduan yang menyanyikannya dengan disertai goyangan-goyangan yang erotis, dan muncul pula lagu dangdut dengan lirik yang tidak sopan.
Fenomena terakhir ini, tentu saja sangat disayangkan. Membuat sebuah citra musik, yang telah terbangun sejak lama sebagai musik yang paling merakyat, disusupi oleh nilai-nilai yang tidak pantas. Syukurlah, akhir-akhir ini, fenomena yang demikian sudah mulai berkurang. Dan untuk pembicaraan kali ini, jenis dangdut dengan fenomena buruk ini tidak termasuk dalam maksud pembahasan saya.
Dangdut yang baik, lebih realistik dalam mengangkat tema tentang kehidupan. Apakah itu soal percintaan atau masalah kehidupan lainnya, dangdut selalu bisa menyajikan sebuah persoalan dengan lebih mengena. Meski demikian, dengan irama dan nada yang ajaib, sebuah tema yang apa adanya selalu bisa mengalir dan melantun secara syahdu. Cermati saja lagu-lagunya Rhoma Irama, Evie Tamala, Mukhsin Alatas, dan lain-lain.
Dangdut yang baik, lebih kreatif dan berwarna. Tidak seperti kebanyakan lagu-lagunya Boy Band’s sekarang, yang selalu saja seputar persoalan percintaan dengan latar musik dan gaya (ekspresi) yang hampir sama antara satu grup dengan grup yang lainnya, warna musik dangdut selalu berbeda antara satu penyanyi dengan penyanyi lainnya.
Lirik dangdut yang baik, sarat pesan kontrol sosial. Untuk peran kontrol sosial inilah sebuah
nilai seni dan budaya harus dikedepankan.
Dan terakhir, sebagai sebuah musik hiburan, dangdut yang baik mampu menjadi penghibur dalam kesedihan dan kesusahan. Apakah itu persoalan percintaan atau
masalah kehidupan lainnya yang dialami manusia, dangdut yang baik mampu meringankan kesedihan itu dan membangkitkan nilai semangat yang positif bagi seseorang atau sekelompok manusia.
Dangdut adalah salah satu khasanah musik Indonesia yang sukar ditiru oleh bangsa lain. Dangdut punya ciri musik yang sangat spesifik, dan bahkan (mungkin) sangat ajaib. Saya tidak setuju kalau kita merasa malu untuk mengatakan suka terhadap musik dangdut. Padahal, dalam hati, pesona dangdut begitu meraja dan mendendang-dendang. Tapi, kita takut dan malu mengakuinya.
Kalaupun kita benar-benar tak menyukainya, mulailah pelan-pelan untuk belajar menyukainya. Saya juga penggemar pop, akustik, jazz, dan slow rock serta beberapa musik tradisional lainnya. Tapi, saya tak pernah malu untuk membuka diri dan mengakui bahwa saya sangat suka dangdut. Dengan kita mencintai dangdut, kita punya kemauan untuk selalu bisa menjaga citra musik ini tetap baik. Menjaganya untuk selalu bisa bersih dari susupan goyangan-goyangan erotis dan lirik yang tidak sopan. Inilah salah satu khasanah musik Indonesia. Kalau tidak kita, siapa lagi yang akan menjaganya.
Mulai sekarang, mari bersama-sama membangun semangat dangdut Indonesia, untuk sebuah khasanah seni dan budaya yang baik, yang lahir dari bangsa ini.
