Refleksi dan Catatan-Catatan Kecil

Filed under Wacana Umum

Membincangkan Masalah Masa Depan

Saya mencermati beberapa respon teman-teman di halaman komentar terkait posting sebelumnya; Membangun Semangat Dangdut Indonesia. Ada bersit kekecewaan melihat perkembangan dunia musik dangdut yang tidak sebaik dulunya, terutama dalam konteks nilai atau norma.

Sebenarnya, terkait membincangkan perbedaan masa dahulu dan masa sekarang itu, bukan saja terjadi pada musik dangdut semata. Tapi, hampir pada semua dimensi kehidupan manusia. Dan itu, sudah menjadi salah satu masalah masa depan.

Ditinjau dari banyak sudut pandang, masa depan punya beberapa karakteristik. Apa saja itu?

  1. Pasti beda dengan sekarang. Pada poin ini, saya kira, semua kita setuju bahwa masa depan itu pasti beda dengan keadaan sekarang. Apakah lebih baik ataukah lebih buruk, yang jelas, pasti berbeda dengan keadaan sekarang ini.
  2. Penuh dengan ketidakpastian. Siapa yang paling bisa memastikan keadaan yang terjadi di masa depan?
  3. Perubahan yang terjadi semakin cepat. Lihat saja perkembangan manusia; prilaku, budaya, dan peradabannya dari hari ke hari, semakin cepat perubahannya.
  4. Paradoks dengan keinginan manusia. Apapun itu, sesuatu yang terjadi di masa depan, lebih banyak cenderung paradoks dengan keinginan manusia.

Melihat karakteristik masa depan yang demikian, tentu saja, menarik untuk mengetahui apa yang menjadi faktor atau sumber perubahan di masa depan manusia. Yakni:

  1. Teknologi – kiat mengerjakan sesuatu berdasarkan logika rasional.
  2. Ekonomi – prilaku manusia mendayagunakan sumber dalam memenuhi kebutuhan hidup (kepuasan).
  3. Sosial – hubungan dalam masyarakat.
  4. Politik – pengelolaan kekuasaan dan kekuatan.
  5. Kehendak Tuhan – seuatu yang di luar jangkauan kemampuan manusia. Oleh sebab itu manusia punya kewajiban berharap dan berdo’a (ibadah).

Masih menjadi perdebatan apakah masa depan itu dapat atau sama sekali tidak dapat direkayasa dan dikendalikan oleh manusia. Lalu, bila sudah demikian, apakah kita harus lantas menyerah begitu saja? Tentu saja tidak.

Kita tidak diminta untuk terjebak dalam kesalahan berpikir pada titik ini. Justru, pada titik inilah, harus ada perencanaan dan kerja keras manusia. Dengan tujuan, agar perubahan yang terjadi di masa depan tersebut tidak terlalu jauh berbeda dengan keinginan manusia.

35 Responses to “Membincangkan Masalah Masa Depan”

  1. Belajar Bisnis Internet | hill says:

    Pertamax gan, jd kebawa2 seperti anak2 kaskuser :D

    point nya planning ya sama kerja keras?

    salam
    hill

    [Reply]

  2. KangBoed says:

    Hahahaha.. kadang kita manusia tidak bisa membedakan bahasa PIKIR dan bahas RASA.. berpikirlah.. berkarya dan mencipta sekuat tenaga.. sedangkan RASA.. menyerahkan semua hasil kepadaNYA.. jangan bekerja untuk hasil melainkan bekerja demi maslahat mengenai hasil kembalikan kepadaNYA

    [Reply]

  3. JR says:

    wow keren……salam kenal….mampir blogwalking om

    [Reply]

  4. Rita Susanti says:

    Mempersiapkan dengan sebaik-baiknya,untuk segala kemungkinan keadaan, dan segala ketidakpastian. Semoga kelak kita tidak akan terkaget-kaget menghadapinya…InsyaALLAH.

    [Reply]

  5. dadangsupriadi says:

    Masa depan.memang harus direncanakan dan terencana…

    [Reply]

  6. dadangsupriadi says:

    Bos..bisa tukaran Link…?

    [Reply]

  7. nakjaDimande says:

    semuanya tidak ada yang sama, dan tidak ada kepastian.. Allah SWT bermaksud agar kita mau terus berusaha, terus bergerak.. begitu sudeska?

    [Reply]

  8. Anaa says:

    Semoga sukses!!!

    [Reply]

  9. rudy azhar says:

    Perubahan yang terjadi semakin cepat.

    point ini yang perlu saya kasih pendapat sedikit Mas Sudeska. tidak begitu cepat seperti yang dikira juga Mas, saya dulu waktu SD kelas 1 punya buku prediksi tahun 2000 kalau kehidupan manusia udah banyak dibantu dengan robot, mobil-mobil dan kereta api tidak perlu ban lagi untuk berjalan (seperti melayang gitu) tapi pada kenyataannya ini udah hampir tahun 2010, yang diadaptasi dari hal tsb diatas masih sedikitkan? kebanyakan masih dalam uji coba.

    Paradoks dengan keinginan manusia, maksudnya gimana Mas? memang yang menguasai bumi inikan manusia. Bisa Mas kasih keterangan lebih lanjut??
    thanks…

    [Reply]

  10. IwanKus says:

    persiapkan diri dengan baik untuk menyambut perbedaan, ketidak pastian dan perubahan yang akan kita hadapi…

    [Reply]

  11. Action Figure Toy says:

    pengen merencanakan masa depan yang kondusif bagi diri sendiri nih mas
    cuman, kadang kita tidak menebak apa yang menjadi kuasa tuhan

    [Reply]

  12. belajar blog says:

    sering terbesit seperti apa masa depanku
    tapi harus yakin dan meyakinkan diri bahwa apa yang ada sekarang harus diperjuangkan untuk kebaikan dan persiapan masa yang akan datang

    [Reply]

  13. heru says:

    hidup adalah perjuangan, semua tergantung bagaimana kita memperjuangkan prinsip hidup kita, dan memperjuangkan agar semuanya lebih baik dari yang sekarang

    [Reply]

  14. ajir says:

    sangat inspiratif sob..thanks :D

    [Reply]

  15. KangBoed says:

    RAIHLAH “JATI DIRI MANUSIA”.. untuk

    MENGEMBALIKAN JATI DIRI BANGSA INDONESIA

    Salam Cinta Damai dan Kasih Sayang ‘tuk Sahabat Sahabatku terchayaaaaaank
    I Love U fullllllllllllllllllllllllllllllll

    [Reply]

  16. KangBoed says:

    Bukan manusia yang seharusnya tergilas oleh kemajuan jaman melainkan manusia seharusnya bisa menjadi pengguna yang baik..

    [Reply]

  17. Mrs.TITIK says:

    Trimakasih Sharingnya …. untuk berpikir masa depan yang perlu di garis bawahi adalah : " HIDUPITU HARUS INGAT DAN WASPADA", maksudnya apapun perubahan yg terjadi namun dalam idri ini harus tetep INGAT : ingat pada Alloh, pada hal2 kebaikan, dan WASPADA : senantiasa hati2 ….

    Salam Sukses

    [Reply]

  18. reno sutrisno says:

    kita boleh merencanakan sesuatu untuk masa depan tapi ingat manusia hanya bisa berencana semuanya ada didalam kuasa Allah SWT…..

    [Reply]

  19. berita unik says:

    jadi inget ama kata-katanya Jack Sparrow
    "dunia tidak pernah berubah…hanya isinya saja yang berubah"

    [Reply]

  20. Financial Adviser says:

    merencanakan masa depan yang baik juga harus melihat kejadian-kejadian di masa lalu

    [Reply]

  21. Zico Alviandri says:

    Manusia bisa mengupayakan masa depan, semampunya. Tapi banyak variable yang membuat masa depan itu tak terduga.

    Nice post :)

    [Reply]

  22. alamendah says:

    Sudak selayaknya hidup berjalan bersama perubahan yang terkadang tidak dapat terprediksi. Kita hanya mampu berusaha untuk mewujudkan masa depan yang sesuai dengan harapan kita.

    [Reply]

  23. Edy S says:

    Kita hanya bisa merencanakan, tapi itu tetap sangat-ngat perlu dan dengan doa, tuhan yang akan menetukan.

    [Reply]

  24. Agus Siswoyo says:

    Bicara masa depan, seolah tidak ada habisnya. Kita senang berencana ini itu, bikin progran A dan B. Tetapi terkadang kita lupa, apa yang telah kita siapkan untuk menjalani semua itu. Apa mau disebut bonek mania (bondo nekad)? :D

    [Reply]

  25. linduaji says:

    terkadang saking sibuknya mikirin masa depan kita malah lupa kalau kita harus fokus pada masa sekarang ini. apa yang sedang kita hadapi dan jalani sering jadi terbengkalai hanya karena mikirin masa depan.

    [Reply]

  26. sutrisno says:

    masa depan tidak akan ada yang pernah menduga kita sebagai manusia haya bisa merencanakannya..jd jangan lah kaget apabila masa depan berbeda dengan apa yang sudah kita rencanakan…

    [Reply]

  27. Khery Sudeska says:

    @Sahabat2ku semua: Thanks so much atas semua komentar anda. Saya sangat senang :)

    Untuk sementara waktu, saya belum bisa menjawab komentar2 anda semua, Para Sahabat. Kerana, saat ini, saya masih berada di Melaka (Malaysia) dalam konsentrasi pengobatan ayahanda saya. Saya tak punya banyak waktu untuk online.

    Nanti, bila keadaan telah kembali seperti semula, saya akan tanggapi (atau jawab) komentar2 anda disini. Insya Allah!

    Once again buat Sahabat2 Saya semua; Thanks… :)

    [Reply]

  28. hpnugroho says:

    kita hanya bisa merencanakan dan berusaha, tapi ada yg paling berkuasa dalam menentukan masa depan. Karena itu pentingnya berserah diri pada Yang Maha Kuasa

    [Reply]

  29. arkasala says:

    waduh, saya merasa bersalah disini baru baca, padahal ada support khusus buat saya. Maaf dan sekaligus terima kasih sekali Ma Khery.
    Dari artikel di atas khusus untuk hal yang berhubungan dengan musik, mungkin saya cukup terlena dengan keindahan musik pada jaman saya masih suka bermusik termasuk dangdut sehingga ada ketidakadilan dari diri saya sehingga kurang mengapresiasi musik masa kini.
    Namun pandangan saya seperti itu semoga tidak memberikan effek terhadap pandangan yang lainnya. Karena tentunya saya sempendapat pada intinya hidup ini adalah dinamis. Pasti masa depan akan berbeda dengan masa kini. Karena yang tidak pernah berubah adalah perubahan yang selalu akan ada.
    Trims sudah mengingatkan Mas.
    Salam sukses selalu :)

    [Reply]

  30. sebar iklan says:

    sukses bro buat masa depan…

    [Reply]

  31. mamae didan says:

    Membincangkan masa depan…
    Orang cenderung berpikir ke faktor ekonomi. Padahal faktor-faktor lain juga tidak kalah penting. Mungkin karena ekonomi berhubungan dengan kelangsungan hidup kali ya?!

    [Reply]

  32. bundadontworry says:

    idealnya memang masa depan berjalan bersamaan dgn apa yg kita rencanakan.
    jadi, marilah tetap berusaha menciptakan masa depan yg lebih baik dr sekarang, walaupun masa depan tak dpt diprediksi dgn tepat.
    salam.

    [Reply]

  33. [...] Milan Kundera benar, bahwa “tugas manusia bukanlah untuk menaklukkan masa depan, tapi menciptakan sejumlah kenangan yang dapat disebut dengan manis pada masa [...]

  34. [...] membentuk diri, maka manusia membentuk dirinya sesukanya, dan dengan demikian dia menjadi penentu masa depannya sendiri. Semua lembaga pendidikan, formal atau pun non formal, dimaksudkan untuk mengajari manusia [...]

  35. [...] Saya belum bisa full blogging dan menyapa sahabat-sahabat semua. Komentar para sahabat, di postingan sebelumnya, pun belum sempat saya tanggapi sepenuhnya. Insya Allah, setelah keadaan kembali seperti semula, [...]

Leave a Reply