Refleksi dan Catatan-Catatan Kecil

Filed under Perjalanan

Semalam di Melaka

Sebenarnya, saya tidaklah hanya semalam saja berada di Melaka. Melainkan, enam hari. Cuma saja, kalau saya buat judul Enam Hari di Melaka, kan kedengarannya kurang enak. Hehehe…

Dalam Bahasa Melayu, kata “semalam” tidak saja berarti “lama waktu keberadaan”. “Semalam” juga berarti “waktu perselangan”. Jadi, “semalam” juga bisa berarti “kemarin”. Maka, dalam perspektif judul Semalam di Melaka ini, saya tidak terlalu berbohong kan? Karena, keberadaan saya di Melaka telah berselang satu hari, terhitung sejak saya mendarat kembali di Pekanbaru.

Kenapa saya ke Melaka?

Kepergian ke Melaka kali ini bukanlah untuk berpesiaran (tamasya), tapi dalam rangka menemani ayahanda saya berobat di sana. Oleh karenanya, hampir seminggu ini, saya tak bisa full blogging. Saya juga tak punya foto-foto dari Melaka yang bisa saya tampilkan disini. Karena, selama disana, saya tak punya waktu untuk itu. Saya berkonsentrasi menemani dan mengurusi keperluan ayahanda saya selama di hospital. Habis itu, langsung saja pulang ke Pekanbaru. Alhamdulillah, perkembangan ayahanda saya mulai dan semakin membaik.

Beberapa hari ke depan, tampaknya, juga masih demikian. Saya belum bisa full blogging dan menyapa sahabat-sahabat semua. Komentar para sahabat, di postingan sebelumnya, pun belum sempat saya tanggapi sepenuhnya. Insya Allah, setelah keadaan kembali seperti semula, saya akan segera larut bercengkerama kembali di dunia maya dengan anda semua; para sahabat pembaca dan para sahabat blogger yang amat saya cintai.

Jadi, postingan ini, hanya sebagai laporan saja. Dan, laporan selesai. :D

21 Responses to “Semalam di Melaka”

  1. **:´¯`·­»N@n£imØ«­·´¯`·** says:

    wah…. seru nih..
    mintak oleh-oleh dunk….

    [Reply]

  2. alamendah says:

    (maaf) izin mengamankan KEDUA dulu. Boleh kan?!
    Semoga ayahandanya cepat sembuh.

    [Reply]

  3. andriristiawan says:

    olehnya2 mas :) saya tunggu :D
    semoga ayahandanya cepat sembuh mas :)

    [Reply]

  4. nakjaDimande says:

    semoga ayah cepat pulih kembali ya sudeska.. begitu juga dirimu jaga kesehatan.

    [Reply]

  5. rojai82 says:

    salam kenal ….
    semoga ayahandanya cepat sehat >>>>
    dan kita yang sehat2 semoga tetap bisa menjaga kesehatn agar tetap sehat :)

    [Reply]

  6. IwanKus says:

    semoga ayahanda mas sudeska cepat sehat kembali…

    [Reply]

  7. arkasala says:

    semoga segera sembuh bagi bapak Mas Khery. Saya juga maaf baru mampir kembali kemari.
    Salam sukses selalu :)

    [Reply]

  8. heru says:

    sebagai teman saya ikut mendoakan selalu ayahanda mas sudeska cepat sembuh dan sehat selalu

    [Reply]

  9. candradot.com says:

    semoga cepat sehat ya mas ayahnya

    [Reply]

  10. oglek says:

    menemani ayah sambil plesiran :D , semoga ayahanda cepat sembuh ya

    [Reply]

  11. KangBoed says:

    Enda ajak ajak neeeh

    [Reply]

  12. KangBoed says:

    RAIHLAH “JATI DIRI MANUSIA.. untuk

    MENGEMBALIKAN JATI DIRI BANGSA INDONESIA

    Salam Cinta Damai dan Kasih Sayang ‘tuk Sahabatku terchayaaaaaaaank
    I Love U fuuulllllllllllllllllll

    [Reply]

  13. KangBoed says:

    Mudah mudahan ayahnya cepat sembuh mas..

    [Reply]

  14. bukan facebook says:

    laporan diterima…semoga ayahnya cepat sehat kembali… :)

    [Reply]

  15. Zico Alviandri says:

    Semoga ayah saudara lekas sembuh :)

    [Reply]

  16. Agus Siswoyo says:

    Kayak judul lagu ya…

    [Reply]

  17. Khery Sudeska says:

    @Sahabat2 semua: Trims atas do'a dan support-nya :)

    @Agus Siswoyo: Emang sengaja, Mas Agus. Hehehe…

    [Reply]

  18. belajar bisnis internet | hill says:

    pertama mengucapkan ikut prihatin atas sakitnya ayahanda mas khery, tp skrg syukur klo udh baikan, semoga cpt sembuh :)

    kedua: seandainya tau mas khery pergi ke melaka selama 6 hari tdnya mau titip jodoh org sana :D . hehe (katanya bnyk yg cantik alami & solehah )

    salam
    hill

    [Reply]

  19. Khery Sudeska says:

    @hill: Trims, Kawan. Kapan2 kita bareng ke sana, biar bisa pilih sendiri :D

    [Reply]

  20. [...] disadari atau tidak, negeri Melaka mulai menjadi pusat perobatan yang terpandang di Asia Tenggara. Tidak hanya mereka yang dari Kuala [...]

  21. [...] tahun kemudian, di Bandaraya Melaka, Malaysia, saya juga pernah mendengar lagu-lagu dangdut Indonesia dinyanyikan oleh biduan Malaysia [...]

Leave a Reply