Refleksi dan Catatan-Catatan Kecil

Filed under Budaya, Masalah Bangsa, Wacana Umum

Penyakit Latah

Latah, mulanya adalah penyakit yang berupa kebiasaan mengulang-ulang satu atau beberapa kata dalam berbicara (mohon dikoreksi kalau salah). Namun, latah akhirnya mengalami perluasan makna. Tidak hanya soal kebiasaan pengulangan pengucapan, tapi juga soal pengulangan perbuatan yang sama atau hampir sama. Bahkan, akhir-akhir ini, latah agak cenderung sama artinya dengan mengikut atau meniru.

Nah, entah sudah sejak kapan, bangsa Indonesia ini terjangkit penyakit latah dalam makna mengikut atau meniru ini. Mengikut dan menirunya pun tanpa dasar pemikiran yang kuat dan jelas.

Lihatlah tayangan-tayangan TV kita. Bila sudah ada yang sukses dengan sebuah acara, meski acara itu tak mendidik sekali pun, semisal reality show atau infotainment, maka stasiun lainnya akan segera meniru hal yang serupa, membuat acara yang serupa. Penuhlah stasiun TV kita dengan acara-acara yang tak berbobot itu. Dan ada jutaan mata yang menonton suguhan itu setiap hari. Coba saja hitung; kalikan jumlah stasiun TV dengan jumlah jutaan orang yang menonton, berapa banyak pembodohan yang terjadi setiap hari? (Maaf kalau kurang enak didengar). Ini latah.

Saya rindu dengan penyanyi-penyanyi kebanggaan kita, semisal Chrisye dan Ruth Sahanaya, yang pernah go international. Mereka mendunia karena memang musiknya berbobot. Berbeda dan punya ciri khas. Mereka pernah mengalahkan musisi-musisi dunia dalam perolehan penghargaan. Musik bagi mereka adalah bahasa, pesan moral, dan tanggung jawab. Tapi, lihatlah musik-musik sekarang ini, tak jauh beda warna musik dan gayanya antara satu kumpulan dengan kumpulan yang lain. Cukup dengan modal dua buah gitar (melodi dan bass), seperangkat drum, ditambah keyboard (organ) kalau ada, dan satu orang vokalis, jadilah mereka bergaya-gaya di atas panggung dengan gaya yang itu-itu juga. Herannya, banyak pula yang suka. Ini latah.

Soal seni, memang susah untuk menetapkan standar. Nanti saya diprotes. Tapi, dengan tak adanya musik kita yang go internasional lagi seperti musiknya Chrisye saat ini, apa itu tak cukup menjadi tanda bahwa ada “penurunan” dalam dunia musik kita.

Terakhir, ini yang paling parah belakangan ini, soal Kampanye Pemakaian Kondom. Apa sih esensinya? Mau menghindari atau mengurangi keterjangkitan penyakit AIDS/HIV? Kalau itu maksudnya, kok bukan perzinahan yang dilarang? Kenapa tidak moral bangsa yang diperbaiki?

Di luar negeri, di negara sekular, kampanye pemakaian kondom ini bisa saja dimaklumi. Di sana zinah (boleh dibilang) halal. Zinah itu biasa. Tapi, di sini, di Indonesia, hendak kampanye pemakaian kondom pula dengan isu mencegah keterjangkitan AIDS. Apa maksudnya? Pelan-pelan mulai melegalisasikan perzinahan? Ini aneh. Sebab, kalau melakukan hubungan seks yang sah suami istri tak mungkinlah akan terkena AIDS. Tak perlulah pakai kampanye kondom segala. Mereka, suami istri itu sudah tahu. Tak perlu dikampanyekan lagi.

Jelas sudah, kampanye ini tidak punya esensi yang jelas. Dan ini, sekali lagi….. latah!

36 Responses to “Penyakit Latah”

  1. nakjaDimande says:

    dan lama-lama semua kelatahan dianggap sah, karena toh orang lain pun melakukannya

    selamat bermalam minggu sudeska :)

    [Reply]

  2. princess Melia says:

    trus cara stop latah nya gimana dunk???

    [Reply]

  3. wempi says:

    ya tak menyentuh akar masalahnya sama sekali. aids menular salah satunya karena berzina aka ganti2 batang ato ganti2 lobang, disuruh pake kondom. :lol:
    aneh, hahaha…

    gak lucu juga suami pake kondom mau "bergaul" sama istri. "tatut ketularan aids man" hahaha…

    [Reply]

  4. Khery Sudeska says:

    @nakjaDimande: Benar, Mande. Dan ini tentu saja mengkhawatirkan bagi kita yang masih mau berpikir dan mendengar nurani. :)

    @princess Melia: Ya jangan latah dong….! Itu aja kok repot. :D

    [Reply]

  5. Princess Melia says:

    Klo masalah mengindari HIV krn sex bbs, tergantung dr keimanan org itu aja.
    Princess melia coman latah ikutin jadi penggemar Robert pattinson deh.

    [Reply]

  6. Khery Sudeska says:

    @Princess Melia: Nah, gitu dong. Dan kampanye kondom itu memang gak tepat esensinya. Kita gak usah ikut2an latah dukung kampanye tersebut. Btw, Robert Pattinson itu siapa sih, Non. Kasih infonya dong. Maklum aja dah, kuper nih…! :D

    Eh, iya… Gimana situasi di Singapura malam minggu kaya gini? Asyik nggak?

    [Reply]

  7. Rita Susanti says:

    Hmm, latah emang penyakit menular bang hehe…
    Yang saya lihat, orang-orang tuh merasa tidak bersalah melakukan sesuatu ketika hal tersebut sudah menjadi biasa dilakukan oleh sebagian besar orang, meskipun itu sebuah kesalahan.

    Coba saja kita lihat para muda-mudi bergandengan atau berpelukan di jalanan umum sudah tidak merasa bersalah karena hal itu dilakukan oleh sebagian besar orang, sudah biasa gitu…Nah begitupun dengan latah *sepertinya sih begitu, maaf kalau saya juga latah dalam berpendapat hihih* :)

    [Reply]

  8. arkasala says:

    keprihatinan dan ketidakpahaman yang sama ada juga di pikiran saya Mas tentang kampanye kondom ini :)

    Btw, maaf baru berkunjung karena 2 hari ini disibukkan si arkasala.com yang ngadat.
    Terima kasih Mas.
    Salam :)

    [Reply]

  9. Cak Win says:

    Eamang kita dikenal bangsa yang penuh perasaan :D

    [Reply]

  10. berita aceh terkini - blog bisnis online says:

    Kondom tidak bisa mencegah penularan virus HIV/AIDS, karena pori2nya terlalu besar bagi virus itu yang sangat kecil. jadi kampanye kondom sebetulnya bukan kampanye pemberantasan HIV/AIDS, tapi lebih kepada kampanye seks bebas.

    [Reply]

  11. kupret says:

    Mungkin kampanye pemakaian kondom lebih tepatnya di peruntukkan bagi Pekerja Seks Komersial (PSK) saja. Atau di tempat-tempat lokalisasi yang sudah legal seperti Ganga Dolly di Surabaya, dll. Menurut saya tidak ada salahnya. Karena HIV/AIDS adalah penyakit yang masih seperti gunung es. masih banyak yang tidak terdeteksi..

    Bisa Anda, Anda, Anda dan Anda semua menjadi korbannya… (Mudah-mudahan ma enggak yak??) :-t

    [Reply]

  12. Princess Melia says:

    @ kupret – psk yg ada d indo banyak yg muslim juga lho. Jd namanya melegal kan sex bbs dunk.. Ntr lama2 berjangkit juga k masyarakat umum.

    @bg egy- td malam ga kluar jadi ga tau suasana mlm minggu d sini.
    Mustinya rame.
    Robert Pattinson itu pacar princess Melia. Kan tuh film nya lagi tayang d bioskop. :p

    [Reply]

  13. hpnugroho says:

    itulah akibat kehabisan ide yg inovatif, akibatnya jadi ikut-ikutan, menerapkan aji mumpung…begitu juga kampanye komdom, alih-alih kampanye anti sex bebas, malah promosi, apa mungkin karena komdomnya gak laku?

    [Reply]

  14. Khery Sudeska says:

    @Rita Susanti: Setuju, Rita. Seperti yang dibilang Bundo nakjaDimande, "lama-lama semua kelatahan dianggap sah, karena toh orang lain pun melakukannya". Nice opinion, Rita. :)

    @arkasala: Ya, Kang. Jelas kita prihatin dan heran dengan fenomena ini. O, ya… saya pun ke arkasala tadi malam tak bisa-bisa. Tapi untung tadi pagi sudah bisa kesana. Ada masalah rupanya. :)

    @Cak Win: Maksud Cak gimana nih? Saya kurang nangkap. :D

    @berita aceh terkini: Saya juga punya pikiran dan feeling yang sama, Saudaraku. Trims atas tambahan informasinya. :)

    [Reply]

  15. secangkir teh dan sekerat roti says:

    moral bangsa yang sudah ikut2an latah terhadap budaya orang..!

    [Reply]

  16. sobatsehat says:

    apakah ada obatnya…………

    [Reply]

  17. sugeng says:

    Aku juga bingung dengan semua keadaan yang diperbuat oleh bangsa ini `x( . Demi menjaga donatur yang dari luar negeri, mau aja di ajak kampanye yang malah menyesatkan seperti itu :-t . Aku yakin kalau semua itu juga bermuara dari satu negara yang berkeinginan menguasai seluruh dunia :-L

    [Reply]

  18. heru says:

    semuanya kembali pada diri masing2 dan masyarakat indonesia bagaimana menanggapi semua itu.

    [Reply]

  19. Agus Siswoyo says:

    Latah baik atau buruk nih mas?

    Kalau untuk kesuksesan sih oke saja. :D

    [Reply]

  20. berita aceh terkini - blog bisnis online says:

    Terima kasih atas kunjungan dan komentar Mas Khery ke blog saya tempo hari. Untuk menghormati Mas, walaupun tidak seberapa saya sudah membuat postingan khusus tentang kunjungan Mas pada postingan saya hari berikutnya.
    Saudaramu.

    [Reply]

  21. pasutrisatu says:

    wah!memang memprihatinkan..yang bisa kita lakukan u diri sendiri ya istighfar dan tdk ikut2an..sedang u pemimpin dan masyarakatnya ya tetap kita doakan kebaikan yang banyak..toh dosanya mereka sendiri yang nanggung!

    [Reply]

  22. Khery Sudeska says:

    @secangkir teh dan sekerat roti: Wah, Kakve-Santi lebih kritis lagi kayanya ne… :D

    @sobatsehat: Mas Putra, kok nanyain ke saya. Tanya sama Sobat Sehat dong. :D

    @heru: Setuju, Mas. Hanya saja, kita setiap individu yang terpanggil punya tanggung jawab untuk melakukan rasionalisasi atas sebuah sikap. Ya to? :)

    @Agus Siswoyo: Kalo nyang itu, gw juga setuju, fren. :D

    @Berita Aceh Terkini: Trims sekali, Saudaraku. Sebuah kehormatan bagi saya. Saya sangat senang. :)

    @pasutrisatu: Ya, Mas. Kita mesti berusaha dan berdo'a. :)

    [Reply]

  23. made gelgel says:

    latah itu bukannya ngomong yang diulang karena terkejut mas? maaf bener2 gak tahu

    [Reply]

  24. Khery Sudeska says:

    @made gelgel: Kan ada di pengantar tulisan ini. :D

    [Reply]

  25. Action Figure Toy says:

    emang susah kalo kena penyakit latah, apalagi yang ditiru yang jelek-jelek
    semoga kita juga latah ama gerakan seperti PETA, yang kampanye-nya dah kontroversial dan tidak masuk akal

    [Reply]

  26. yayat38 says:

    OOT Mas menjawab pertanyaan: betul sekali arkasala kena suspend. Jungkir balik memperbaikinya. Jadi perlu ada update secara berkala Mas kalo2 terjadi sesuatu. Trims atas perhatiannya.
    Salam :)

    [Reply]

  27. Khery Sudeska says:

    @AFT: Jangan terlalu emosi, My Friend. Tenang dan tetap berpikiran jernih. :)

    @yayat38: Ok, Kang Yayat. Saya tadi juga sudah baca keterangannya di Arkasala. Memang penting untuk mem-back up blog kita. Ini pelajaran penting buat kita semua. :)

    [Reply]

  28. belajar bisnis internet | hill says:

    heuheu….sy malah dpt pembagian kondom gratis wkt kampanye hari aids sedunia :D , yg jd perhatian sy saat ini adlh kenapa saat ini di Indonesia begitu marak terjadi pengumpulan massa(demmo) untuk menentang sesuatu? ada sesuatu yg tdk berkenan sedikit saja pasti lgsg turun k jln melakukan aksi demmo. aksi moral sangat sah apabila didasari alasan yg jelas, apa bangsa ini begitu mudah terprovokasi? knp ya? apa itu termasuk "latah" ? :D

    [Reply]

  29. Candradot.com says:

    latah itu sekarang bisa jadi tren mas…
    hahahha latah kok trend

    [Reply]

  30. IwanKus says:

    saya juga suka latah nih…
    ada yang bkin blog trus sukses, saya juga bikin blog tuh…
    btw sukses menyusul hehehe…

    [Reply]

  31. bundadontworry says:

    dengan kata lain, latah yg mengarah ke negatif lebih mudah ditiru gitu ya Mas Sudes ?
    sedihnya lagi, nirunya dgn bangga dan nggak malu2 lagi.
    salam.

    [Reply]

  32. kucrit says:

    SETUJU BOS… kalau latah keknya emang penyakit yang sengaja di sebar di negara ini…
    mudah-mudahan cepet sembuh biar bangsa ini benar-benar sehat…. oh ya tak tambahi contoh acara tipi yang latah : TAKE KODOK OUT… (sory tak samarkan) hehehe..

    [Reply]

  33. andriristiawan says:

    setuju dah…
    kita terlalu menghadap ke negeri luar…
    padahal budaya juga beda…
    Kampanyeee pakai kondom Wkwkwwkwk saya baru tau…
    ngehe juga -_-a
    bener juga ngga zinahnya aja yang dilarang..
    thoh penduduk kita ini mayoritas islam yang menggangap zinah itu dosa besar…
    apa dinegara kita sudah latah menghalalkan perzinahan layaknya negeri barat…
    wah dunia udah makin tua aja… -_-a
    makin dekat emang sama kiamat…
    sekarang kampanye pakai kondom..
    lusa kampanye pakai celana dalam aja…
    besok2 kampanye bugil bersama…
    dan selanjutnya kampanye zinah bebas bersama…
    kan bertolak ke negeribarat… LATAH!!!!!

    [Reply]

  34. Khery Sudeska says:

    @hill: Soal itu, silakan nilai sendiri, Kawan. Saya sementara gak mau ikut campur. Hehehe… :D Btw, berapa banyak dapat kondomnya? :D

    @Candra.com: Jadi, kalau nggak latah nggak keren. Gitu? Enak aja. :D Tapi, kalau latah sukses nggak apa2. Hehehe…

    @IwanKus: Kalau itu termasuk latah yang dianjurkan, Mas Iwan. Yang demikian itu hukumnya SUNNAT MU'AKAT! :D

    @bundadontworry: Betul, Bunda. Itulah yang saya maksudkan dengan penyakit latah dalam hal ini. :)

    @kucrit: Wah, pendapat sampean lebih kejam lagi ni, Crit. Hehehe… :D

    @andriristiawan: Husss! Jangan ikutan latah ngomong yang nggak pakai kontrol dong! :D

    [Reply]

  35. [...] Link 4 Categories: Opini Anda Tags: aquarium – bangsa – blackberry – Indonesia – latah – louhan – tamiya 8 March 2010 at 16:22 – Comments 09650116 DaLam wirausaha atau bisnis juga bisa terjadi ke’Latah’an. Contoh konkretnya saja seperti yang terjadi di kota saya. Sebut saja kota B. Di kota saya, jika ada sebuah usaha yang meraih kesuksesan dan berhasiL menarik banyak konsumen, daLam jarak yang singkat akan banyak ditemukan jenis usaha yang sama tersebar di tempat Lain. Ini yang menurut saya tidak baik karena akan me’mati’kan kreatifitas kita. Lebih banyak orang ‘meniru untuk sukses’ dari pada ‘berusaha untuk sukses’. PadahaL sebagai wirausahawan kita harus mempunyai inovasi dan kreatifitas (tapi bukan kreatif daLam ‘meniru’ usaha orang Lain). 9 March 10 at 06:07 Write a comment.. [...]

  36. Greetings, I love your blog. This is a cool site and I wanted to post a little note to let you know, good job! Thanks Meia

    [Reply]

Leave a Reply