Filed under Puisi
Puisi: "Tika ke-Aku-an"
Ah,…!
Pantas saja kau lena
tak semudah hidup kau sangkakan
bayang malam sudah pula datang
Ini hari lupa kau kembali
di hatimu pernah kusimpankan bait-bait
di mindamu kata-kata kutitipkan
“dalam cinta; dalam kerugian; orang melihat kebenaran…”
Tak lagikah ada yang bisa kau sombongkan
tika ke-Aku-an menyelinap di leluri yang samar
merusak sendi-sendi tulang belakangmu
menampar kesadaran kau yang tak sadar-sadar
hingga saja kau terantuk,
tercelakakan di dinding kesepian
bermaksud bukan aku sebagai malaikat
berjubah cahaya purnama;
tak lah pula cinta rupa ketulusan yang terhukum…”
Hanya saja,
Tak butuh cinta itu akan ke-Aku-an…
Pertamaaaaaaaaaaxxxx…!
Sori, baru bisa posting. Baru pulang ngajar dari kampus.
Jujur ni ye, gw sebenarnya nggak pede ama ni puisi. Ntah layak ntah tidak ini dibilang puisi. Tak pernah bikin puisi soale…
[Reply]
Untain kata yang apik.
Terima kasih atas partisipasinya
Saya catat sebagai peserta, masuk Gerbong 12, berangkat nanti malam.
Salam hangat dari Surabaya
[Reply]
Aih sudeska, di saat -saat terakhir..!
*bundo pikir Tika itu kekasihmu, yang di foto inikah..?
[Reply]
@Pakde Cholik: Terimakasih sudah diterima sebagai peserta, Pakde. Ini saya sedang packing. Siap-siap berangkat. Full AC-Full Video-Full Music kan?
@Juri PPC: Ah, Mande! Jadi malu niiii…
[Reply]
cinta tak lah kepatuhan yang tak bersyarat
tak lah pula cinta rupa ketulusan yang terhukum…" saya suka ini
[Reply]
Manis sekali puisinya. Untuk yang di foto itukah selain buat PPC ?
Semoga sukses Mas. Tepatnya semoga kita sukses di depan juri !!!
[Reply]
Sukses deh ama puisinya, kok fotonya ga dilengkapin ampe keatas…
[Reply]
Wah, Ci Mas ternyata puitis juga… Salam Kenal Mas…
[Reply]
Jadi puitisi nich… Selamat dech…
[Reply]
@Ruang Hati: Itu tercipta dari pinggir kesadaran takdir. Cie-ilah…
@arkasala: Weeekekekek… Ya, bersaing, Kang. Saya kok rasa yakin menang ya?
) =)) Soal foto itu? Menurut Kang Yayat gimana?
@Irawan: Kalau dilengkapin ntar persaingan jadi rame.
@Bobotoh: Salam kenal kembali.
@Andri Wiyasa: Saya memang apa-apa bisa, Mas Andri.
[Reply]
huebat euuyy ….
ternyata ada bakat terpendam nih, gak disangka ..
semoga sukses mas ..
[Reply]
Gerbong PPC Pakde makin rame….!!!
[Reply]
PPC tapi nggak nampak kepala..he..he..he..
saya nggak ngerti apa-apa malah tentang PUISI…
[Reply]
wah menarik nih puisinya
tapi saya juga jadi penasaran ama wajah cewe diatas
kasi liat donk mas ^^
[Reply]
waduh puisinya berat juga nih
agak bersyarat penutupnya. (3 baris terakhir)
[Reply]
@hpnugroho: Jangan keras2, Mas Nug. Ntar banyak yang dengar.
@alamendah: Saya gerbong 12, Mas Alam. Berangkat malam ini. Full AC, Full Music, Full Video kata Pakde.
@rudy azhar: Bang Rudy emang banyak nggak ngertinya. Hehehe…
@Berita Unik: Tunggu aja tanggal mainnya, akan dilihatkan.
@maria: Hehehe… Ah, Bu Maria bisa aja.
[Reply]
puisi menarik om, ditambah lagi dengan gambarnya .wiuh keren abis
[Reply]
waduh mas itu fotonya siapa ya?
[Reply]
Sungguh Puisi Cinta yang luar biasa
[Reply]
Selamat berlomba
[Reply]
keren nich mas sudeska rupanya pintar juga soal berpuisi, selamat berkontes ria mas, semoga menang dan sukses selalu
[Reply]
Jadi penasaran pengen ngeliat wajah cewek di foto tersebut..:D
[Reply]
Wah, hebatnya Mas Sudes bisa bikin puisi yg indah.
Semoga sukses dlm acara PPC nya PakDhe ya Mas.
salam.
[Reply]
@sobatsehat: Yang mana satu nih? Gambar atau puisinya yang menarik?
@candradot.com: Lha, kok jadi ngebahas fotonya sih, Mas?
)
@dadangsupriadi: Ah, Pak Dadang. Bikin makin hilang pede saya aja.
@heru: Saya memang hampir semuanya bisa, Mas Heru.
@tukangpoto: Tenang, Mas. Ada masanya akan dilihatkan.
@bundadontworry: Ini bukan puisi yang indah, Bunda. Tapi, menusuk. Hehehe…
[Reply]
Waktu kuliah klo ga salah masih sering tebar puisi ya mas… (aq d fekon)
[Reply]
hmmm….penutupnya mantep…
[Reply]
pertama…woww..potonya sexy bgt
kedua….hehe sepertinya kawanku yg satu ini lg fall in luv(setidaknya pas puisi itu dibuat)
salam
hill
[Reply]
maksudnya tika ke-aku-an
apa mas..?
apa maksudnya tika gw banget gitu loh
[Reply]
waaah ikutan lombanya pakdhe cholik ya…??
mangtabss kalee puisinya…. moga2 menang deh
[Reply]
asli saiia binun
[Reply]
soal di foto itu, saya harap orang Surabaya sehingga saya dekat sekali memenuhi undangan Mas Khery he he
[Reply]
saya tidak paham masalah puisi…
tapi hasil karya mas khery ini kok nyantol di hati…
[Reply]
@dafiDRiau: Aku tahu dengan baik siapa dirimu, Fid. Hehehe… Tapi, jangan buka soal kebiasaanku di kampus dulu di sini. Nanti yang lain pada tahu.
@hill: Kawanku yang satu ini selalu tahu apa yang aku pikirkan dan rasakan.
)
@Belajar Blog: Seorang pujangga tak boleh menerjemahkan lagi makna puisinya lebih jauh. Kalau itu terjadi, berarti pesan moralnya tak selesai. **gayaaaaaa…., kaya pujangga beneran aja**
)
@yangputri: Oppss…, salah satu kompetitor datang!
@genial: Biarin aja! =))
@arkasala: Hahaha…, kalau tak orang Surabaya pun Kang Yayat akan tetap diundang. Insya Allah!
@IwanKus: Ah, masa iya sih, Mas?
[Reply]
salam kenal mas, kunjugan pertamaxx……
[Reply]
@bisnis trekpay: Silakan, Mas. Salam kenal kembali.
[Reply]
Wah Abang yg satu ini pujanga juga yah ternyata…
itu kan gaya pujangga abis!
gaya puisi nya itu loh, yang kata-katanya dibalik-balik
Tika itu orang mana Bang?? Salam ya hehehehe
[Reply]