Refleksi dan Catatan-Catatan Kecil

Filed under Islam, Masalah Bangsa, Religius

Manusia Yang Jujur

Pria itu berdiri di mimbar. Ia mencoba melawan hawa panas yang menjalar di sekujur tubuhnya. Meski demikian, wajahnya tetap saja menyiratkan keteduhan. Wajah manusia yang paling enak dipandang selama dunia ini pernah terkembang.

Hanya saja, banyak orang yang hadir di situ tak tahan berlama-lama menatap wajah pria itu. Semua muka tertunduk menekuri lantai. Tampak benar ia amat kesusahan oleh rasa sakit dan panas tubuhnya itu. Tanda-tanda kematian semakin tampak pada dirinya.

“Hai, sekalian manusia”, akhirnya dia berbicara dengan suara yang sangat lemah dan memilukan. “…barang siapa yang merasa bahwa aku pernah mendera punggungnya dengan tidak benar, maka ini punggungku, deralah. Dan barang siapa yang merasa pernah aku ambil hartanya tanpa hak, maka inilah harta-hartaku, ambillah darinya…”

Ia melanjutkan lagi bicaranya, “Janganlah hendaknya ada yang akan berkata ‘Aku malu mengatakannya kepada Rasulullah’…”.

Ya, pria itu bernama Muhammad. Pria yang semasa hidupnya sangat terkenal sebagai manusia yang jujur. Ia pernah melakukan perjalanan ke Syiria untuk kepentingan dagang seorang perempuan bernama Khadijah. Sebuah perjalanan, yang kemudian, semakin memperjelas kejujuran dan efisiensinya. Membuka mata banyak orang bahwa dia adalah seorang pebisnis yang jujur.

Orang-orang Quraisy, bila hendak pergi meninggalkan Mekah, menitipkan harta benda mereka yang berharga kepadanya. Bahkan, ketika ia kemudian diangkat menjadi Rasul, dan mereka orang-orang Quraisy itu berbalik menjadi musuhnya, mereka tetap saja menitipkan harta bendanya kepada Muhammad tanpa ragu sedikitpun.

Sebuah kenyataan yang aneh dan hampir tak dapat dipercaya; musuh menitipkan harta benda yang berharganya kepada musuhnya. Ini tak akan berlaku bila mereka tak benar-benar mengenal Muhammad sebagai manusia yang jujur.

Kejujuran, adalah suatu kemutlakan bagi seorang Muhammad, yang tidak hanya ia tekankan untuk orang lain, tapi juga untuk dirinya. Dari sebuah kejujuran perbuatan mulia dimulai, proses yang baik berjalan, dan hasil yang baik didapatkan. Kejujuran ini pulalah yang membuat ia menjadi sosok prototipe manusia yang sempurna. Dan, kejujuran pulalah yang membuat para pengikutnya maupun musuhnya tak mampu menentang wajahnya berlama-lama. Dari sebuah kejujuran, ia membentuk sebuah bangunan negara dan bangsa yang kokoh.

Manusia yang jujur, manusia yang paling sulit dicari hari ini. Mulai dari pojok terminal yang sempit, sampai kepada ruang kerja yang dingin dan nyaman, kejujuran sepertinya sudah lama dibuang jauh-jauh dari sana. Kejujuran, adalah sebuah kata yang asing untuk diterjemahkan secara harfiah hari ini. Tak jarang, kejujuran pun telah memasuki wilayah abu-abu. Kejujuran, tak lagi sebuah kemutlakan. Kejujuran itu, telah menjadi sesuatu yang relatif.

Andai kita membawa sebuah pelita di suatu pagi yang cerah, kemudian menyorot semua muka hanya untuk mencari manusia yang jujur, mungkin kita hanya mendapatkan bayangan yang tak jelas tentang manusia yang jujur. Dalam keterangbenderangan pun, kejujuran menjadi citra yang samar. Dan, ketika kejujuran dihentakkan dan dimintakan kepada kita, hanya sebuah kalimat enteng yang tersembur, “Ah, aku kan bukan seorang Nabi…”

31 Responses to “Manusia Yang Jujur”

  1. nakjaDimande says:

    benar sudes, bukankah Nabi justru hadir untuk menjadi teladan? Tidak pada tempatnya bila kita mengelak dengan berkata "aku bukan Nabi"

    [Reply]

  2. heru says:

    benar sekali mas sudeska kejujuran sangat mahal harganya, maka dari itu kita harus banyak belajar dari junjungan kita nabi muhammad, beliau banyak sekali memberikan hal2 yang baik dan yang perlu kita tiru

    [Reply]

  3. belajar bisnis internet | hill says:

    Artikel yang membawa pesan moral yg begitu mendalam. baginda Rasul adlh panutan utk semua manusia dlm hal kejujuran tdk hanya muslim saja, sebagaimana kita shalat berkiblat terhadap ka'bah

    btw klo kita melakukan aktivitas blogging di sela2 wkt kerja itu curang ga ya :D ,soalnya itu hampir tiap hri sy lakukan wkwkwkkk

    [Reply]

  4. arkasala says:

    Alasan yang menurut saya tidak tepat dan tidak enak di dengar jika ada kekurangan apalagi ketika tidak jujur lantas berkata karena bukan nabi.
    Ada yang suka dari internet ini Mas, yaitu untuk selalu mencoba apa adanya dan tidak dibuat-buat dan berusaha untuk selalu jujur karena jika tidak mungkin kita tak banyak kawan dan bagi pebisnis OL mungkin tidak akan banyak pelanggan jika kita tidak jujur. Saya pernah melihat sebuah penyedia layanan sepeda yang banting tulang harus meluruskan kekeliruannya karena ada komplain secara OL. Trims Mas. Salam :)

    [Reply]

  5. pasutrisatu says:

    sdhkah kita berkata & berlaku jujur hari ini?

    [Reply]

  6. bundadontworry says:

    Junjungan kita Rasulullah saw akhlaknya adalah Al-Quran .
    betapa beruntungnya kita sebagai umatnya, walaupun tdk mudah, semaksimal mungkin kita usahakan utk mengikuti sunnah Beliau.
    Terima kasih utk pencerahnnya, Mas Sudes.
    salam hangat utk keluarga.
    salam.

    [Reply]

  7. hpnugroho says:

    jaman sekarang kejujuran itu sudah jadi mahluk langka, apalagi dicontohkan oleh para pejabat yg merangkap sebagai koruptor …
    pernahkah mendengar ungkapan 'kalau jujur tidak kebagian' , dan sepertinya sudah menjadi hal yang wajar …
    semoga kita semua bisa mengambil hikmah dari tulisan ini dan berusaha untuk selalu jujur …

    [Reply]

  8. Khery Sudeska says:

    @nakjaDimande & heru: Setuju. Mudah2an saya, Mande, Mas Heru, dan kita semua terus diberi dan memupuk kemauan serta berusaha untuk selalu jujur dan menauladani Nabi kita yang mulia dengan sebaik-baiknya. Amin. :)

    @hill: Saya tak bisa menjawab pertanyaan itu secara detail, Kawan. Pertama, saya tak tahu persis kondisi "sela-sela kerja" yang Kawan maksudkan. Apakah "sela-sela kerja" itu benar2 waktu rehat kerja atau mengambil/menyita waktu kerja. Kedua, saya tak berkompeten untuk menjawab kasus yang seperti ini. Ujung2nya, saya kembalikan saja kepada Kawan sendiri, apakah dengan berlaku demikian Kawan telah merasa berbuat curang atau tidak? :D

    @arkasala: Setuju, Kang. Sama2 kita niatkan dan berupaya sedaya upaya kita untuk selalu melakukan segala kegiatan kita secara jujur. Baik OL atau pun tidak. Mudah2an kita berhasil melakukannya. Amin. :)

    @pasutrisatu: Pertanyaan yang bagus untuk selalu menjadi renungan kita. Trims, Mas. :)

    @bundadontworry: Trims, Bunda. Ini pertama sekali tentu saja berlaku untuk saya sendiri, dan mudah2an juga bermanfaat untuk menjadi isnpirasi bagi kita semua. Mudah2an kita termasuk orang yang mampu menauladani Nabi dengan sebaik-baiknya. Amin. :)

    @hpnugroho: Mudah2an, Mas Nug. Amin. Trims. :)

    [Reply]

  9. sobatssehat says:

    beliau adalah idola sepanjang masa mas. cerita bang iwan fals, orang jujur hanya ada di dongeng mas benarkah demikian ?

    [Reply]

  10. candradot.com says:

    cari orang jujur 100% susah mas.
    anyway saya suka tulisan ini.
    gak perlu komen panjang2 ya mas
    yang penting suka titik. hehehhe

    [Reply]

  11. belajar bisnis internet | hill says:

    jawabannya sudh di posting kawan, mudh2n bermanfaat, lumayan mndapat ide postingan :D

    [Reply]

  12. oscorner says:

    salam…
    artikel yang menarik..
    kejujuran sungguh mahal harganya… sangat sulit untuk memperoleh kepercayaan dari orang lain… akan tetapi akan lebih sangat sulit lagi untuk menjaga kepercayaan orang lain kepada kita…
    semoga kita senantiasa menjadi hamba Nya yang selalu amanah… amiennn

    [Reply]

  13. Joddie says:

    Dari sebuah kejujuran, ia membentuk sebuah bangunan negara dan bangsa yang kokoh. –> luv this..!! jadi sebuah perenungan.. mungkin kita harus mulai memperbaiki bangsa ini dengan kejujuran..

    [Reply]

  14. bluethunderheart says:

    blue menyukai postmu kawan
    salam hangat selalu

    [Reply]

  15. sumartono says:

    Dengan membaca posting ini semoga bisa menjadi manusia jujur.

    [Reply]

  16. alfarolamablawa says:

    menjadi manusia jujur? jaman sekarang hal seperti itu udah dianggap guyon mas..orng jujur dijauhi? bukan hal baru dan jarang lagi.
    salam kenal..
    nice to read

    [Reply]

  17. Khery Sudeska says:

    @sobatsehat: Tentu saja tidak, Mas Putra. Selagi ada orang terus mau berusaha berbuat jujur pasti masih ada orang yang jujur. Mudah2an saja kita termasuk ke dalam golongan itu. :)

    @Candradot.com: Kok gaya komennya udah mulai ketularan Mas Hengky nih. Pake titik segala. :D

    @hill: Sudah saya lihat tadi ke sana, Kawan. Dan sudah langsung saya praktekkan. Tengkyuuu beri mak… :D

    @oscorner: Rasa2nya kita sudah saling kenal, Mas. Hehehe… Tapi mungkin lupa lagi. Mudah2an, Mas. Amin. :)

    @Joddie: Betul, Mas Joddie. Saya yakin bangsa ini akan jauh lebih baik bila dibangun dengan kejujuran. :)

    @Blue: Tq, Blue…

    @sumartono: Hehehe… Semoga ada manfaatnya, Mas. :)

    @alfarolamablawa: Itulah tragisnya. But, kita tetap mesti berusaha to? Tak akan lebih baik sebuah siklus kehidupan tanpa kejujuran. Salam kenal kembali. :)

    [Reply]

  18. Catur Ariadie says:

    Nabi Muhammad adalah panutan yang harus di contoh seluruh umat manusia karena dia lah satu-satu manusia yang kejujurannya tidak diragukan di dunia ini

    [Reply]

  19. Khery Sudeska says:

    @Catur Ariadie: Setuju, Mas. :)

    [Reply]

  20. Hariez says:

    yahh…kejujuran adalah sebuah harga mati jika ingin selamat dunia akhirat dan tak ada argumen "aku bukan Nabi"

    selamat malam & selamat beristirahat :D

    -salam- ^_^

    [Reply]

  21. andriristiawan - Ngotot Belajar Bisnis Online says:

    tulisan mas sudeska yang kritis membuat saya rajin dateng kesini…
    menyadarkan kita dalam beberapa hal yang seringkali luput disadari -_-a
    artikel tentang kejujuran ini juga membawa pesan moral yang begitu dalam menurut saya….
    Ajakan untuk Jujur dalam segala aspek kehidupan dari mas sudeska :)
    Love this blog :D
    Lanjutkan mas Sudeska :D Lanjutkan!!!!
    ditunggu artikel selanjutnya…

    [Reply]

  22. andriristiawan - Ngotot Belajar Bisnis Online says:

    oh iya mas..
    saya juga maw jujur satu hal..
    benernya saya pengen ngajak samean berantem…
    soalnya cara nulis artikel samean itu kok bagus gih…
    bikin saya iri ngeliatnya mas…
    Hahahaha -_- kok beda jauh dengan gaya menulis saya yang acak2an -_-a

    [Reply]

  23. elmoudy says:

    saya sangat merindukan sosok seperti beliau
    rasanya di dunia sekarang ini tidak ada yang bisa menggantikan teladannya
    hanya rindu yang membuat hati slalu dekat dengannya…

    [Reply]

  24. RifkyMedia™ says:

    koruptor dan orang yang mau korupsi kudu baca artikel ini nih mas

    [Reply]

  25. Rizal Islami says:

    Subhanallah……

    [Reply]

  26. bluethunderheart says:

    met berakhir pekan y bang
    salam hanagt selalu

    [Reply]

  27. Khery Sudeska says:

    @Hariez: Betul. Mudah2an kita termasuk orang2 yang selalu berusaha untuk jujur. :)

    @andriristiawan: Hehehe… Trims, Andri. Gimana tak acak2an, ngajak berantem terus sih… :D Banyak membaca buku, Ndri. Dan coba lihat tips menulisnya Kang Fatih Syuhud disini. :)

    @elmoudy: Alhamdulillah. Insya Allah, My Friend. :)

    @Rifky Media: Hehehe… Mudah2an artikel ini ada manfaatnya, Mas. :)

    @Rizal Islami: Subhanallah, Walhamdulillah, Wallahu akbar, Walaa-hawla walaa-quwwata illabillah…

    [Reply]

  28. Rita Susanti says:

    Betul Bang, kejujuran adalah hal yang sangat langka saat ini. Kejujuran dengan sangat mudah digadaikan dengan sesuatu yang bernama materi…

    Sering sekali saya mendengar orang yang berlaku jujur justru malah dibilang bodoh, contohnya orang yg tidak mau menyogok untuk menjadi pegawai lembaga tertentu dibilang bodoh, karena katanya saat ini semua orang juga berperilaku seperti itu, Naudzubillah.

    [Reply]

  29. maria says:

    saya juga kepincut dengan sifat kejujuran dalan posting2 nya.bravo kejujuranmu teruskan
    posting2mu bernafaskan kejujuran
    orang seperti anda sudah langkah .

    [Reply]

  30. [...] sebab itu, perintah Allah Swt. kepada Nabi Muhammad Saw. beserta para pengikutnya untuk hijrah dari Mekah ke Madinah, dalam konteks kekinian, haruslah [...]

  31. [...] harap diingat, tidak semua persoalan dalam kehidupan manusia bisa diperdebatkan. Oleh sebab itu, ada istilah masalah yang sifatnya debatable dan ada masalah [...]

Leave a Reply