Refleksi dan Catatan-Catatan Kecil

Filed under Humanisme, Modernitas

Arus Balik

Silakan lihat dulu video berikut ini!

Apa kesimpulan atau terjemahan anda dari jalan cerita di video tersebut? Tentu saja, masing-masing kita punya terjemahan yang berbeda. Tapi, karena ini tulisan saya, maka saya akan menerjemahkannya dalam versi saya. Hehehe…

Apa yang dilakukan ikan-ikan dalam film tersebut pada hakikatnya adalah arus balik. Arus balik yang melawan ketakberdayaan dan keterancaman hidup. Ketika sebuah arus tidak menguntungkan bagi kita, maka kita harus menciptakan arus balik melawan arus tersebut, seperti yang dilakukan ikan-ikan itu. Jika tidak, kita akan mati atau musnah.

Pertanyaannya kemudian, mungkinkah sebuah arus balik bisa menang melawan arus yang begitu kuat dan besar? Jawabannya, mungkin saja. Dengan prasyarat;

  1. Adanya kesadaran akan posisi dan situasi, bahwa arus yang menyeret kita tidak menguntungkan dan membahayakan. Kesadaran ini, adalah kesadaran bersama yang harus dibangun bersama pula.
  2. Adanya kemauan dan keyakinan, bahwa kita mampu menciptakan arus balik melawan arus tak menguntungkan tersebut.
  3. Adanya kekompakan dalam semangat kebersamaan dan persaudaraan.

Salah satu arus berbahaya yang terjadi hari ini adalah semangat individualisme. Individualisme yang – sadar atau tidak sadar – pelan-pelan mulai melunturkan semangat kebersamaan dan persaudaraan di negeri kita. Bahkan, Kang Yayat Sudrajat bilang, terhadap tetangga sebelah rumah dan satu RT saja kita sudah mulai tidak akrab. Padahal, nilai-nilai luhur agama dan budaya di negeri ini, sangatlah menganjurkan rasa kebersamaan dan persaudaraan.

Kita sudah mulai lupa dengan defenisi tolong-menolong, bantu-membantu, dan bahu-membahu. Tragisnya, istilah gotong-royong pun sudah mulai asing di telinga kita. Ketergerakan hati kita untuk menolong yang lemah pun mulai pudar. Sebab, kita terlanjur mendefenisikan hidup sebagai persaingan (yang salah kaprah dan membabi buta). Yang siap akan maju dan sukses, yang tak siap akan tergilas. Kita berjalan sendiri-sendiri, acuh tak acuh, masa bodoh dengan lingkungan sekitar.

Semangat individualisme yang salah inilah yang saya sorot dalam artikel saya sebelumnya tentang Individualisme Modernitas Palsu.

So, dapatkah kita memetik hikmah dan pelajaran dari cerita ikan-ikan yang terjaring itu? Arus individualisme ini, adalah arus yang semakin membesar dari hari ke hari, dan tentu saja berbahaya. Mari ciptakan arus balik melawan arus individualisme itu. Mari kita pupuk lagi semangat kebersamaan dan persaudaraan. Sebab, manusia yang paling baik adalah manusia yang paling banyak manfaatnya bagi orang banyak.

Salam hangat penuh persaudaraan dari saya untuk semua… :)

27 Responses to “Arus Balik”

  1. alamendah says:

    (maaf) izin mengamankan PERTAMA dulu. Boleh kan?!
    Keknya berhubungan dengan postingan yang kemaring ya, Kang?.
    Emang individualisme lagi meraja lela, harus kita kikis sedikit demi sedikit.

    [Reply]

  2. maria says:

    kayaknya kita berusaha dari diri kita sendiri dulu melawan arus yang sedang melanda kita.harus selalu sadar untuk melawan arus yang sedang melanda kita saat ini. bagus sekali anda menggambarkan peristiwa ini.

    [Reply]

  3. wempi says:

    Kepedulian, kurangnya kepedulian antar sesama makanya muncul modernitas palsu

    [Reply]

  4. pasutrisatu says:

    dunia ngeblog kayaknya jadi pelampiasan ya mas..di luar gak ada temen disini bisa dapet temen banyak dengan mudah walo awalnya maya

    [Reply]

  5. Action Figure Toy says:

    mungkin indulidualisme muncul karena moderenisasi…
    betul juga yah
    sekarang istilah gotong royong makin asing di telinga kita

    [Reply]

  6. Khery Sudeska says:

    @alamendah: Amankan segera!:D Betul, Mas. Masih berhubungan dengan posting kemarin. Sebab, tampaknya banyak yang salah faham maksud saya di posting tersebut. Maka, perlu saya tambahkan dengan posting ini…

    @maria: Setuju sekali, Bu Maria. :)

    @wempi: Bro faham betul maksud saya. Tq, Bro… :)

    @Action Figure Toy: Kita tak menolak modernitas. Kita justru mendukung modernitas. Hanya saja, kalu modernitas yang dimaksudkan itu menjadikan kita bersikap individualis, tentu saja itu bukan modern namanya. Kita telah kembali lagi ke zaman yang jauh sebelum ini, hanya tampilan luarnya saja yang beda, tapi sikap sama. Bukan begitu, My Friend? :)

    [Reply]

  7. Sumber Inspirasimu says:

    Hmm..semoga di antara para blogger tidak terjadi individualisme yang ekstrim..hehhee…saling peduli, dan saling memberi manfaat satu sma lain…

    [Reply]

  8. dadangsupriadi says:

    Salam Hangat Om

    [Reply]

  9. dadangsupriadi says:

    Memang sudah begitu zamannya Ya Gan…
    Mau gimana lagi..

    [Reply]

  10. yunus Chalim says:

    jika kami bersama nyalakan tanda bahaya, jika sendiri matikan tanda bahaya..
    salam hangat
    :x

    [Reply]

  11. Belajar Blog says:

    mungkin juga moderinisasi salah satu indikator juga sih ^^
    itu kata dosen sosiologi saya loh mas…
    wkwkw…kalo saya sih iya2 aja =p

    [Reply]

  12. arkasala says:

    wew saya telat kemari.
    Sebuah kehormatan nama saya dibawa-bawa disini ;)
    Betul Mas, sangat terasa sekali pergeseran nilai ini. Saat ini sudah mulai sedikit pengikut seperti kerja bakti, apalagi dengan fenomena banyaknya keluar masuk warga baru kita menjadi asing dengan tetangga sebelah. Entah dari mana memulainya lagi. Mungkin salah satunya memilih pemimpin di daerah yang tidak asal pilih tapi yang bisa menggerakkan warga yang bisa berbaur.
    Trims atas artikel dan linknya Mas.
    Salam hangat selalu :)

    [Reply]

  13. Ruang Hati says:

    jaman sudah berubah, mikir perut sendiri2, jaman gotong royong dah lewat

    [Reply]

  14. belajar bisnis internet | hill says:

    wuiih mantebbb dahh, yg paling suka dr blog ini sllu memberikan sebuah add value sebuah budaya, yg belum baca postingan sebelumnya ayoo baca dulu, baru baca posting yg ini :D , pasti akan mendapatkan sebuah pesan moral dari seorang anak manusia yg berdiam di tepi barat Indonesia ini :D

    [Reply]

  15. heru says:

    begitulah hidup, banyak sekali perjuangan yang harus dihadapi. semoga mengawali tahun yang baru kita bisa melewati hari demi hari, bulan demi bulan dan tahun demi tahun semakin baik

    [Reply]

  16. arkum says:

    Hehehehe….tak pikir pelajaran mesin ms, ternyata sangat inspiratif u saya.Saya setuju sama anda, kalau arus individualisme harus dilawan krn ini mmg konsep modernitas yang salah (palsu).

    [Reply]

  17. hpnugroho says:

    benar mas, jarang sekali ada aktivitas gotong royong, orang lebih senang membayar tukang untuk melakukannya …
    nilai kebersamaan mulai digantikan dengan nilai mata uang ..

    [Reply]

  18. Hariez says:

    hahahah..saya malah asik nonton sampe abis habis saya ga bosen Kang nontonnya yapss…seperti yang diperagakan ikan2 tersebut, bekerja sama akan lebih meringankan beban dan akan lebih mudah menghadapi rintangan seperti halnya jaring yang diputuskan oleh ikan2 tersebut saya suka banget Kang sarat makna :D

    [Reply]

  19. alfarolamablawa says:

    wah setuju mas…
    inspiratif sekali.
    pemikiran saya tentang tulisan ini sudah ditulis dicomment2 di atas saya pak..hemmm

    [Reply]

  20. hockey says:

    benar kang, individualisme memang skrg dlm masyarakat kita, gotong royong atau kerja sama skrg sgt jarang ditemui….

    [Reply]

  21. arsumba says:

    salut dengan kebersamaan ikan-ikan itu. walau mereka tidak berdaya tapi mampu menjebol kekuatan yang jauh lebih besar darinya..
    bener mas, individualisme yang menjamur sekarang ini tidak patut di berdayakan. kalau sampai saja terjadi maka manusia akan kalah dengan ikan… hehehe..
    seperti juga lidi tak akan punya kekuatan untuk membersihkan kotoran jika tidak bergabung dengan lidi-lidi yang lain…
    hihih.. ruwet keknya koment saya ini..

    [Reply]

  22. fadly muin says:

    wouw… realitas individualistis memang tak terbantahkan lagi. indikasi modernitas dan rasioalitas semu, menciptakan kondisi yang semakin sempit ini..

    salam perjuangan!

    [Reply]

  23. Berry Devanda says:

    yupp…benar sekali…mari manfaatkan blog untuk memberikan manfaat bagi orang lain, paling tidak buat diri pribadi…

    [Reply]

  24. Mamah Aline says:

    ada award di blogku silakan diambil ya…

    [Reply]

  25. Laston M Nainggolan says:

    videonya..touch banget…. teruslah menyuarak keadilan

    [Reply]

  26. made gelgel says:

    jujur aja saya belum nonton video itu, internet lemot banget

    tapi dari postingan mas saya udah bisa menarik kesimpulan, ringan sama dijinjing, berat sama dipikul, bener gak mas? :D

    [Reply]

  27. Arus balik bisa kita hadapi dengan ketekunan dan kemauan keras untuk melawan arus tersebut.

    [Reply]

Leave a Reply