Ada lima hal yang amat benar-benar terasa ketika hijrah dari Blogger ke Wordpress ini,
Pertama, sulitnya mencari theme. Sebenarnya, theme Wordpress itu banyak sekali. Tapi, tak ada yang cocok dalam pandangan saya. Empat hal yang menjadi pertimbangan saya memilih theme; simpel (seperti simpelnya Google) tapi tidak terkesan “jadul”, warna dasar (dominan) nya putih, segar dan bersih, struktur themenya rapi, dan tulisannya jelas dan enak dibaca. Keempat kombinasi inilah yang paling sulit saya temukan. Terlalu banyak theme wordpress itu yang bernuansa gelap dan terlalu “nyentrik”. Kalaupun sudah ketemu yang cerah, tulisan dan struktur themenya pula yang tak bagus.
Celakanya, saya tak pula terlalu pandai mengedit style.css-nya. Makanya, saya putuskan untuk terus mencari theme yang “siap pakai” saja. Nah, pekerjaan mencari inilah yang membuat lama. Dan, theme yang sekarang ini belumlah terlalu final dalam pikiran saya. Walau, menurut Mas HP.Nugroho theme ini sudah “OK”, tapi saya belum puas. Sebab, tulisan di halaman komentarnya saya nilai masih terlalu kecil sekali. Jadi, di masa depan, mungkin saja theme ini masih akan berubah jika saya temukan yang lebih baik.
Kedua, ketika impor seluruh artikel dari Blogger ke Wordpress ini, susunan paragaraf artikelnya jadi kacau balau, berdempet-dempet, dan berserak-serak. Semua artikel yang diimpor kesini belum semuanya saya edit dan benahi. Jadi, harap maklum saja kalau masih menemukan artikel lama saya yang susunannya masih kacau balau. Pembenahan artikel ini akan saya lakukan secara berangsur-angsur nantinya.
Ketiga, link internal yang semuanya error. Sebab, model permalink Blogger sebelumnya tak lah sama dengan model permalinknya Wordpress. Hal ini, juga sudah pernah diingatkan Mas HP. Nugroho dan Kang Yayat Sudrajat sebelum migrasi ke Wordpress ini. Pembenahan link internal ini pun belum semuanya saya rapikan, juga akan saya lakukan secara bertahap.
Keempat, kunjungan dari mesin pencari menjadi berkurang atau berhenti. Sebab, artikel-artikel yang terindeks sebelumnya semuanya mempunyai link yang error akibat berbedanya model (struktur) permalink tadi. Sementara, di tempat baru ini, belum semua artikel terindeks akibat belum saya benahinya masing-masing artikel tersebut.
Kelima, saya seperti Valentino Rossi ketika terjadi regulasi mesin dari 999 cc ke 800 cc. Di 999 cc, “terjangan torsi” di tikungan dijinakkan Rossi dengan kepiawaiannya – yang memang diatas rata-rata – dalam mengatur pemindahan gigi dan tegangan kopling. Tapi, di 800 cc, “ganasnya torsi” itu telah diatur oleh komputer. SEO di Blogger, di-manage secara manual berdasarkan keahlian saya sendiri (yang memang dibawah rata-rata
). SEO di Wordpress, hampir 90 % telah diatur oleh plugin.
Demikianlah lima hal yang amat terasa. Dan, sekali lagi, pembenahan blog baru ini belumlah rampung sepenuhnya. Masih berserak. Harap maklum. Dan, dalam proses yang terus berjalan, semuanya kan saya benahi secara perlahan-lahan…
“Special thanks to: Kang Yayat Sudrajat dan Mas HP. Nugroho yang telah memberikan support selama proses kepindahan ini. U’r best my friend…”

pake wordpress traffic jauh lebih tinggi dibandingkan denga pake blogspot…
[Reply]
Khery Sudeska reply on January 26th, 2010 11:18 pm:
Ini masih dalam tahap pembuktian. Kemungkinan besarnya memang benar…
[Reply]