Filed under Budaya
Karena Kucinta Kau
Ya, maksud saya memang lagu “Karena Kucinta Kau” yang dinyanyikan Bunga Citra Lestari itu. Saya memendam salut kepada lagu ini.
Pertama, latar klip video lagu ini. Kalau boleh saya katakan, ini adalah salah satu klip yang cukup revolusioner dari kebiasaan klip musik Indonesia dewasa ini. Dengan latar dominan pada TK Anak Jalanan Taman Ismail Marzuki membuatnya sesuai dengan slogan yang diusung pada klip ini “Love is to share and ask nothing is return”. Keakraban Bunga Citra Lestari (BCL) bermain dan bercanda dengan anak-anak jalanan itu membuat pesan moralnya menjadi sangat jelas. Disamping itu, saya menilai, klip ini pun tidak mengandung vulgarisme.
Kedua, lirik lagu. Lirik lagu ini sebenarnya sederhana, mudah dipahami. Sekilas, kalau didengarkan, ia masih seputar cinta menye-menye belaka. Tapi, meski demikian, lirik lagu ini tetap mencoba untuk merangkai kata yang cukup puitis dan indah. Kesan ini dapat dilihat pada pada rangkaian kata “…saat kau rindu aku juga rasa…”. Dan, dibantu oleh latar klip yang memuat pesan moral yang kuat dan vocal BCL yang memang bagus, membuat lagu ini terasa sangat elegan.
Ketiga, musik. Bagi saya, musik yang progresif adalah musik yang mencoba untuk mengidentifikasikan diri dan berusaha menemukan jati dirinya, tapi tidak hanya sekedar sok tampil beda. Bila mau dibandingkan dengan maestro seperti almarhum Chrisye, musik pada lagu Karena Kucinta Kau ini tentu saja belum bisa duduk sejajar. Tapi, pada lagu ini, BCL mulai menunjukkan bahwa dirinya semakin menuju “kematangan” dalam musik. Kesan itu sangat jelas, dan mudah-mudahan dugaan saya tidak salah. Dan, tak jarang memang, kematangan musik juga selaras dengan kematangan usia.
Mereka yang juga semakin menunjukkan kematangan dalam musik ini juga terlihat pada grup band Ungu dan Nidji. Musik mereka seakan-akan bermuatan “ideologi”, menegaskan siapa mereka, dan untuk tujuan apa mereka bermusik. Sehingga, musik bagi mereka tidak hanya sekedar bergaya-gaya dan berjingkrak-jingkrak di panggung.
Kembali kepada Karena Kucinta Kau. Secara umum, citra klip dan musik pada lagu ini pantas untuk diteladani (diteladani tentu saja maksudnya tidak sama dengan ditiru bulat-bulat). Selain punya jati diri, lagu ini juga enak untuk dinikmati saat mengendarai mobil atau saat sedang rehat di sebuah cafe sambil menikmati secangkir cappucino.
Dan ini, tentu saja, penilaian saya pribadi. Soal musik – memang – sebagiannya adalah persoalan selera. Oleh karena itu, kalau ada yang mau protes dengan penilaian saya ini, silakan ngomel-ngomel di halaman komentar.
Selera musik setiap orang memang berbeda Mas Sudeska, mungkin juga berbanding lurus dengan usia.
Dulu sukanya House Music Progresif sampai tribal, sekarang ini sehebat apapun penyanyi baru, saya malah lebih menikmati suaranya Sundari Sukoco atau Pavarotti.
[Reply]
Khery Sudeska reply on March 12th, 2010 7:35 am:
Wedew! Hobby lamanya “serem” juga tuh.
Emang grup band anak2 muda terbaru sekarang ini kebanyakan bikin saya pengen mindahin channel aja cepet2. Saya aja yang masih terkategorikan anak muda (walau bukan termasuk remaja) kok tidak terlalu kerasan dengan warna musik dan gaya yang hampir mirip aja dari satu kumpulan ke kumpulan itu ya? Bikin saya males melihatnya. Ini pendapat saya. Kalo ada yang tahu pendapat saya seperti ini, mungkin anak muda sekarang ini pada marah dengan saya…
Btw, menggemari Sundari Sukoco apalagi Pavarotti itu termasuk selera musik yang tinggi dalam pandangan saya…
[Reply]
aldy reply on March 12th, 2010 11:37 am:
Mas Sudeska,
Kok hobby lama “serem” ?:D itu dulu, ketika masih sesat dalam upaya pencarian identias diri (*mulai kumat*)…
Kalau sedang mendengarkan Sundari Sukotjo berkeroncong …wew…kadang ada cewek cakep lewat ngga duli.
Pavarotti, awalnya saya nggak terlalu suka, nggak tahu neh ketika usia semakin senja, mendengarkan Pavaroti memuat saya bergairah kembali…
[Reply]
saya sudah lama ga merhaiin perkembangan musik indonesia mas. yah sebab gitu deh, yang saya lihat temanya berdasarkan trend semata. saya hanya suka lagu itu tuh, yang liriknya begini
“…tak ada manusia yang terlahir sempurna…”
selebihnya saya masih condong ke musisi-musisi lawas, iwan fals, alm Chrisye, Ebiet G Ade, pokoknya yang bertema kehidupan dan kritik sosial
jadi kalau komentar untuk BCL aku rada kurang ngikutin,
maaf yah mas Khery
justru saya memiliki gambaran terang tentang klipnya itu dari sini. kuper yah?
[Reply]
Aldy reply on March 10th, 2010 12:34 pm:
apa itu karena pengaruh usia atau kesibukan yang luar biasa mas Fadly ?
[Reply]
fadly muin reply on March 10th, 2010 9:33 pm:
bisa ya bisa tidak mas.. sejak remaja saya pun sudah suka dengan tema-tema Ebiet G Ade.. namun terkadang, jika ingin getaran yang lebih dahsyat, saya juga suka metalica, white lion dan teman2nya
[Reply]
Aldy reply on March 11th, 2010 12:04 am:
Wah…kalau metalica saya malah nggak sanggup (*anehnya house tribal sanggup*), biasanya saya juga mendengarkan lagu-lagu Ebiet kalau yang agak keras Paling ya Queen, Mr. Big ato FireHouse.
Khery Sudeska reply on March 12th, 2010 7:40 am:
@Bang Fadly, Kayanya selera kita soal musik hampir sama nih, Bang. Jujur aja, musik2 terbaru sekarang, saya banyak yang kurang bisa menikmati. Saya kira itu bukan terkategorikan “kuper”. Tapi, kalo “kuter” mungkin iya. Kuter = kurang terjangkau…
@Mas Aldy, Kayanya selera Mas Aldy soal musik emang tinggi banget nih. Suer!
aldy reply on March 12th, 2010 11:41 am:
@Mas fadly…
tolong ambilkan tangga, mas Sudeska bilang selera musik saya terlalu tinggi, saya mau turun biar bisa gabung….ha…ha…ha….
Jangan salah Mas Sudeska, Sekarang Dangdut ( Evie Tamala, Kristina ) sudah masuk kedalam diri saya.
Tapi kalau Dewi Persik, Trio Macan…mohon maaf ya mas saya mau pipis dulu.:D
Khery Sudeska reply on March 12th, 2010 11:51 am:
Waakakakakakak…. Sama deh! Kalo liat yang kategori terakhir itu perut saya pun mules…
Kristina dan Evie Tamala emang dari dulu saya suka. Kalo lagi ndengerin mereka saya bisa tahan nggak ngeblog sebulan. Hahahahahaha….
kalau lagunya bcl ini saya ndak ngkutin mas.. malah bru thu dari ms khery.. hehe..
yang saya ikuti lgunya ungu, ya sya anggp diblik lirik, suara khas pasha n arangesement nya ada ssuatu yang mnarik hti sya..
[Reply]
Khery Sudeska reply on March 12th, 2010 7:53 am:
Waw! Penilaian sampean soal musik boleh juga nih, Crit. Kalo keroncong ama dangdut suka nggak?
[Reply]
arsumba reply on March 19th, 2010 10:10 pm:
kalau keroncong dulu sering nonton di TVRI waktu masih kecil dulu mas, sebelum ada stasiun tv lain. jadi belum bisa menikmati. kalau dangdut saya lebih seneng yang dangdut asli, bukan yang dimodifikasi seperti banyak tersedia di panggung2 itu mas.. :
[Reply]
(maaf) izin mengamankan KEEMPAT dulu. Boleh kan?!
selera lagu emang sering kali beda. tapi keknya kali ini saya rada-rada setuju ama Bang Sudeska
[Reply]
Khery Sudeska reply on March 12th, 2010 7:52 am:
Ah, yang bener nih, Mas Alam? Ada salam dari BCL untuk Mas Alam tuh kata Bundo…
[Reply]
Salam super-
Salam hangat dari pulau Bali-
wah,, kalau lagunya BCL…
saya cenderung menafsirkannya secara spirituil mas,,,
coba dech,, setiap baitnya, di interpretasikan sebagai upaya kita mendekatkan diri pada Nya…
mantabbbbbbb….
[Reply]
Khery Sudeska reply on March 12th, 2010 8:05 am:
Sebuah sudut penafsiran yang berbeda. Ini menarik. Dan, rasa2nya bener juga tuh, Bang. Perasaan dan pesonanya pun akan jadi berbeda bila ditafsirkan demikian…
[Reply]
rupanya penikmat musik sejati Mas Kheri ini. Semua jenis musik mendapat tempat tersendiri. Salut sayah.
Btw tentang BCL saya sendiri beberapa lagu menyukainya, namun baru albumnya Sunny itu yang saya punya. Suara BCL memang enak di dengar mas, saya sependapat.
Trims Mas, semoga sehat dan sukses selalu
Salam
[Reply]
Khery Sudeska reply on March 12th, 2010 7:51 am:
Kalo soal musik, selera saya memang tidak terpenjara pada satu jenis saja. Selera saya soal musik emang sangat men-general, luas sekali. Pop, Jazz, Dangdut, Keroncong, Melayu, Sunda, Jawa, Minang, Slow Rock, dll. Tapi, saya juga pilih2 untuk menjatuhkan hati pada sebuah lagu, Kang. Saya amat-amati dulu dengan seksama, baru setelah itu saya menjatuhkan pilihan. Hehehe….
Salam hangat selalu buat Kang Yayat sekeluarga. Moga sehat selalu. Amin…
[Reply]
aldy reply on March 13th, 2010 1:10 pm:
Sesekali terbang ke Kalimantan
ntar disajikan musik “karungut” saya garansi mas Sudeska pasti ikutan goyang…
[Reply]
bila musik, lagu dan klip dihidangkan dengan pintar.. maka penikmatnya akan ikutan pintar ngga sekedar menye-menye ya sudes..
ada salam dari BCL, ehm.
[Reply]
Khery Sudeska reply on March 12th, 2010 7:41 am:
BCL yang mana, Mande?
[Reply]
BCL = bungan cantik sekaLi
hehe
[Reply]
Khery Sudeska reply on March 12th, 2010 7:42 am:
Boleh juga…
[Reply]
menye-menye = asal2an sedikit genit ,apa betul artinya itu.
kalau menurut aku BCL swaranya agak kolokan . tapi itu kelebihannya. karena ku cinta kau ,asyik tenan .
[Reply]
Khery Sudeska reply on March 12th, 2010 7:44 am:
Karena Kucinta Kau ini bagi saya memang yang terbaik dari BCL, Bu…
[Reply]
maaf mas Sudes, absen aja deh..maklum dah lama gak ngikutin dunia musik
[Reply]
Khery Sudeska reply on March 12th, 2010 7:44 am:
Waakakaka… Kirain cuman saya aja yang begitu…
[Reply]
kalo saya jarang sekali ngikutin perkembangan lagu Mas. Klo dulu waktu masih bujang, sering ngikutin. Tapi sekarang sudah kalah sama Syifa.
[Reply]
Khery Sudeska reply on March 12th, 2010 7:46 am:
Kalo udah punya buah hati, emang begitu. Banyak ortu yang kalah sama anaknya…
[Reply]
Apa kabar Bang Khery??
Wah penikmat lagu BCL juga nih, btw ini lagu baru ya Bang?, hmm kalau aku hingga saat ini masih ngeklik sama lagu BCL “Aku Tak mau Sendiri”, dan jarang ngikutin lagu2 dia yg lainnya…Kayaknya perlu dilihat nih:p
[Reply]
Khery Sudeska reply on March 12th, 2010 12:18 pm:
Klip BCL kali ini sangat bagus, Rita. Silakan dilihat deh!
[Reply]
Belumsempat lihat nih videonya…. ada link ke Youtube ngga buat liat videonya? Kaykanya menarik nih
[Reply]
wah saya katro… belum liat klipnya… boleh donk klip nya dishare disini…
[Reply]
bener. tuh vidio klipnya aja seperti flashback ke jaman dulu banget. keramah tamahan penduduk sekitarnya.
[Reply]
Di era keterbukaan seperti saat ini, setiap orang makin jelas kemana arah pikiran dan cara pandangnya. Demikian juga para musikus, semakin kelihatan mana yang idealis dan mana yang opportunis.
[Reply]
Represhing ya Mas Khery
[Reply]
wah, jika bicara soal musik sy nyerah deh mas, gak ngikutin perkembangannya. yang penting enak ditelinga aja, minimal bisa membuat kaki bergoyang sudah cukup. kecuali dengan 2 yang disebutkan bikin melus diatas hehehee … gak banget deh
[Reply]
gw belum pernah dengerin lagu in seh
secara gw kurang sreg aja dengan karakternya BCL.. hehe
eniwe… pengen coba dulu dengerin liriknya sedalam apa
[Reply]
Terus terang saya belom lihat video klip BCL yang lagi diomongin ini. Yang pernah saya lihat yang klip sama Nico Saputra.
Lebih sering lihat BCL nyanyi live di acara2 musik. Kualitas vokalnya lumayan bagus.
Kalo sekarang justru saya lagi suka sama lagu menye-menyenya Armada; Buka Hatimu dan Mau dibawa kemana. Entah klipnya spt apa saya juga blm pernah lihat.
[Reply]
Saya juga suka lagu ini. Cukup sering saya dengar di radio-radio. Kalo video klipnya juga udah pernah saya liat. Yang sambil jalan-jalan itu kan?
Lagu Karena Kucinta Kau easy-listening banget. Simpel emang iya. Musiknya juga pas. Suara BCL juga cocok pas nyanyiin lagu ciptaan Dewiq ini. Soal kandungan lirik, saya tidak terlalu banyak menganalisanya.
Yang jelas, lagu ini termasuk salah satu lagu pop terpopuler Indonesia dalam 3 bulan terakhir.
[Reply]
mas Sudes sudah pernah menghayati instrumen terompet gak ,kalau sambil minum teh sore / malam hari asyik lo.
[Reply]
tropet nat king coll atau lagu2 bee gees apalagi , sayang piringan warna orange bee geesku tertimpa vas ditabrak kucingku lagi nangkap cicak , cacat deh .
mulai sekarang cari musik klasik nanti kalau sambil menikmati bersamanya ,bakal jodoh sudah dikirim belum, pasti sudah ada didalam hatimu.siap2 gitu (keluar jalur bentar). buka spam lo.
[Reply]
aduh dah lama ga perhatiin lagunya bcl. tapi kalo yang meow-melow sepertinya enak didengerin biar cepet tidur.BCL memang kualitas suaranya cukup baik . dan yang terpenting sama-sama orang minang kite
[Reply]
hehehh gw juga suka banget ma nuy lagu hahhaha
berkunjung dan ditunggu kunjungan baliknya
salm blogger
makasih
[Reply]
karena q cinta kau buncis hahahah
blogwalking ajah
[Reply]
lagunya ini emang mantabss
saya dulu gak suka BCL sih,, tp lama2 lagunya easy listening jg
[Reply]
hemm… nikmat, dengerin lagu sambil minum kopi
[Reply]
Saya blm tahu videoklipnya mas, jadi gak bisa komen. Tapi klo BCL kayak pacar q dulu (ngimpi mode on)
[Reply]
ya semua karena ku cinta kau.semua jadi tertawa dan terbawa.hihihih.
[Reply]
Kayaknya lagi menjalankan pertapaan neh
[Reply]
bunda gak ingin ngomel2 kok Mas Sudes.
hanya salut saja dgn Mas Sudes sebagai penikmat musik, bisa membuat resensi sebuah lagu.
salam
[Reply]
saya masih setia dengan metallica yang kemarin memunculkan Unforgiven III nya.
[Reply]
saya suka lagu itu,
dan kedua, kok ada beberapa nada yg mirip sama lagunya U2, apa gt judulnya….ya tetep bagus kok laguna
[Reply]
Kayaknya aku belum pernah liat deh video klip ini. Duh ketinggalan jaman
[Reply]
saya tak begitu tertarik dengan nyanyian era sekarang, mungkin benar kata Mas Aldy mungkin faktor usia, saya lebih suka dengar lagunya Crishye, Ebiet, atau KLA Project
[Reply]
Kalau saya, semua musik senang, menghibur dan membuat enjoy
[Reply]
saya malah gak suka musik mas… kalau bekerja sambil denger musik… malah gak bisa konsen…. he… aneh yah….
[Reply]
Good!
[Reply]
Kalau saya seneng ama ma jenis lagunya Sandy sandoro, dangdut juga keren apalagi lagunya bang Oma…terlalu
[Reply]
I have to say I enjoy your writing style, really clear and easy to understand. You obviously understand your subject well too. Anyhow, keep writing, I am going to look at the rest of your website now.
[Reply]