Refleksi dan Catatan-Catatan Kecil

Filed under Islam, Motivasi, Religius

Do’a Ketika Putus Cinta

Adalah hal yang wajar jika seorang bujang tertarik kepada seorang gadis, atau sebaliknya. Kemudian, keduanya mencoba mengikat komitmen dan cita-cita untuk berumah tangga. Ikatan komitmen yang saya maksud disini, tentu saja, tidak sama pengertiannya dengan terjemah dari pacaran dalam pengertian banyak orang itu. Ikatan komitmen yang saya maksud adalah seperti yang pernah saya kisahkan dalam “Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck”.

Dan, sudah lazim pula, bila kemudian cita-cita yang mulia itu mendapat halangan, sehingga tidak sampai atau belum sampai. Sebagai seorang bujang atau seorang gadis, perjalanan hidup masih panjang, dan harapan tidak boleh mati. Do’alah yang akan membuat seseorang tegar, sabar, tetap bersemangat, dan tidak berputus asa. Sehingga, trauma percintaan itu tidak menyebabkannya mengarah kepada perbuatan yang negatif. Nah, inilah do’a ketika putus cinta. ;)

Do’a Ketika Putus Cinta I

“Allaahumma Anaa ‘abduka ibnu ‘abdika ibnu amatika qabdhatika naashiyatii bi yadika maadhin fiyya hukmuka ‘adlund fiyya qadhaa uka asaluka bi kulli ismun huwa laka sammaita bihi nafsaka au anzal tahu fii kita bika au ‘allam tahu ahadan min khalqika auista’ tsarta fii ‘ilmil ghaibi ‘indika antaj’alal qur’aana nuura shadrii wa rabii’a qalbii wa jalaa-a huznii wa dzahaaba hammii.” (Lihat Kang Yadi dalam Do’a-Do’a Patah Hati, 2008)

Artinya:

“Wahai Tuhanku, aku adalah hamba-Mu anak dari hamba-Mu, anak dari budak-Mu, ubun di tangan-Mu, berlaku hukum-Mu kepadaku, adil terhadap diriku segala ketetapan-Mu. Aku memohon kepada-Mu dengan segala nama yang Engkau telah menamakan diri-Mu dengan dan Engkau telah menurunkannya dalam kitab-Mu, atau Engkau telah mengajarkan kepada seorang dari makhluk-Mu atau Engkau sendiri yang telah mengetahuinya dalam ilmu gaib-Mu, agar Engkau menjadikan Al-Quran yang besar menjadi petunjuk hatiku, cahaya dadaku, penghilang (pengobat) kegundahanku, pengikat kegelisahanku.”

Do’a Ketika Putus Cinta II

Jika do’a tadi rasa-rasanya terlalu panjang, berikut ini ada do’a yang lebih pendek.

“Rabbi laa tadzarnii fardaw wa anta khairul waaritsiin.” (QS. Al-Anbiyaa’ [21]:89)

Artinya:

“Ya Tuhanku, janganlah Engkau membiarkan aku hidup seorang diri, dan Engkaulah Waris Yang Paling Baik.”

Do’a Ketika Putus Cinta III

Masih belum puas dengan kedua do’a itu? Silakan merangkai sendiri kalimat-kalimat yang baik mutunya yang dirasa mampu wewakilkan semua perasaan menjadi sebuah do’a. Mohonkan agar diberi kesabaran, dihidupkan harapan dan semangat, serta dihindari dari rasa berputus asa dan dampak buruk dari peristiwa yang dialami.

Agar do’a itu makbul, maka do’a itu harus menjadi amalan. Artinya, ia harus menjadi perbuatan yang diulang-ulang secara teratur; setiap hari, setiap tengah malam, setiap pagi dan petang, setiap selesai shalat, setiap jam, atau setiap saat kita mampu membacanya. Sebagai tambahan referensi, baca juga Do’a dan Optimisme.

Masih perlu bukti tentang kekuatan do’a? Simak petikan Hadits Qudsi berikut ini:

Setelah Allah menciptakan paku bumi, yaitu gunung-gunung, kemudian para Malaikat pun bertanya, “Ya Rabb, adakah yang lebih kuat dari paku?”

“Ada!” jawab Allah. “Yaitu api, yang dengan panasnya dapat melelehkan besi.”

“Adakah yang lebih kuat lagi selain api, ya Rabb?” tanya Malaikat lagi. “Ada! Yaitu air yang dapat memadamkan api,” jawab Allah lagi.

“Adakah lagi yang lebih kuat selain air?” sambung Malaikat. “Ada! Yaitu angin, yang karenanya dapat membawa air kemana pun ia berhembus,” jawab Allah lagi.

Malaikat bertanya lagi, “ Ya Rabb, masih adakah lagi yang lebih kuat dari semua itu (gunung, api, air, dan angin)?”

“Ada!” jawab Allah. “Yaitu nafas hamba-Ku yang berdo’a kepada-Ku. Karena sesungguhnya do’a itu bisa mengubah takdir-Ku.”

Note: Gambar dari absmajawilan.wordpress.com

15 Responses to “Do’a Ketika Putus Cinta”

  1. maria says:

    suguhan kali ini doa ,tapi cerita mengenahi sampai terjadi putus cinta kurang seru {bukan pengalaman sejati kayaknya} karena rasanya mengambang.,tanpa kepedihan yang sangat . karena tekanan kepedihan pengaruhi ke-rasa doa itu ketika diucapkan dengan tetesan air mata.
    ini menurut penilaian ku saja lo, karena wanita kalau sedih pasti ada air mata pilu.
    barisan pertamax ……nih

    [Reply]

    Khery Sudeska reply on July 11th, 2010 9:52 am:

    Sila dilanjutkan, Bu… :D

    [Reply]

  2. Fadly Muin says:

    tertegun saya bacanya mas Khery..
    Konteks Cinta dibahas dalam sentuhan Ilahi bener-bener terasa aroma kemesraannya..

    alhamdulillah saya sudah menemukan cinta saya mas :D
    tinggal mas Khery nih, … ;)

    [Reply]

    Khery Sudeska reply on July 11th, 2010 4:34 pm:

    Waakakakaka… Akhirnya, posting ini berbalik ke diri saya sendiri… :mrgreen:

    [Reply]

  3. Rita Susanti says:

    Patah hati memang teramat tidak enak, tapi seperti kata Ebiet:
    “apakah ada bedanya? ketika kita bertemu dengan saat kita berpisah, sama-sama nikmat. Tinggal bagaimana kita menghayati, di belahan jiwa yang mana kita sembunyikan dada yang terluka, duka yang tersayat, rasa yang terluka”. Dan mungkin semua orang merasakannya.

    Trims sharing doanya Bang, semoga saja semua kita yang sedang ikhtiar menemukan “seseorang” yang tepat untuk hidupnya tidak lagi akan merasakan yang namanya patah hati, dan kalaupun harus patah hati lagi, ya nikmati sajalah sembari terus berdoa, itu kan doanya udah ada :)

    [Reply]

    Khery Sudeska reply on July 11th, 2010 5:30 pm:

    Hehehe… Lanjutkan, Rita… :D

    [Reply]

  4. Rudy Azhar says:

    baru tahu saya kalau putus cinta ada doanya juga Bang?

    [Reply]

    Khery Sudeska reply on July 15th, 2010 9:58 am:

    Hehehe… Masa sih? :D

    [Reply]

  5. Erdien says:

    Siapa yang putus cinta nih? Mas Khery putus cinta? Masa sieh!!! :D

    [Reply]

    Khery Sudeska reply on July 15th, 2010 9:57 am:

    Lha, kan Kang Erdien dah tahu bukan saya… :D

    [Reply]

  6. [...] Khery Sudeska, Bundo mengenalnya sudah cukup lama. Berdomisili di Pekan baru, pemuda kelahiran 3 Mei ini adalah seorang narablog yang pemikir. Menulis tentang kebangsaan adalah favoritnya, walaupun sesekali diselingi artikel ringan yang tetap saja menggunakan pemikiran yang dalam. [...]

  7. [...] yang tesedia lima kali dalam sehari itu untuk selalu berkomunikasi dengan Tuhan. Mohonkan pula do’a setiap kali selesai shalat untuk selalu diberi kebesaran jiwa dan petunjuk agar senantiasa yakin [...]

  8. adin says:

    doa, akhirnya itulah yang menjadi tumpuan harapan setelah semua usaha… :) semoga Allah berkenan memberi kemudahan untuk kita semua yang sedang mengalaminya (saya termasuk g y?),hehehe…kembalikan semuanya kepada Allah, yang sudah mengatur segalanya

    [Reply]

  9. Cinta Sang Maha Pemilik Cinta terkuak dlm setiap doa yg ada diatas.
    Betapa demikian besar kasih sayang yg dianugerahkan NYA pd hmba ciptaan NYA.
    Alhamdulillah, bunda telah menemukan cinta itu dlm hidup.
    salam

    [Reply]

  10. Bali Wedding says:

    Kalo ptus cinta tuch jangan bunuh diri, jangan sedih-sedih, jangan sendri…. cari aja temen yang banyak2 buat hidup makin hidup. Yang terpenting ya cari cinta yang baru yang lebih so sweet … dan yang lebih baek lagi

    Melupakan itu gamnpang kok… kan hidup ini terus berjalan… Lancar-lancar dan lancar…..

    Bali Villa Bali Villas Bali Property

    [Reply]

Leave a Reply