Filed under Perjalanan
Belum Bisa Berbuat Banyak
“…dari jembatan besi itu akan kelihatanlah perkawinan keindahan alam dengan teknik manusia. Ke laut nampak kecantikan lautan, ke darat kebesaran Allah, dan ke sebelah kanan kelihatan pula anggar baru, anggar dari pelabuhan yang ketiga di Indonesia, sesudah Tanjung Perak dan Tanjung Priok…”
Demikian Buya HAMKA dalam Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck menjelaskan keindahan kota Makassar (dalam novel itu kota Makassar disebut Mengkasar, pen.).
Beberapa hari yang lalu, saya baru saja dari kota itu untuk satu dan lain keperluan. Oleh sebab itu, saat ini belum bisa berbuat banyak untuk posting tulisan di blog ini. Posting ini hanya untuk sekadar menyapa para sahabat dan handai taulan semua. Semoga saja beberapa hari ke depan sudah tersedia tulisan baru di sini.
Demikianlah. Terimakasih, sahabat semua.
Oke sobat. .saya tunggu artikel lainnya.
Jika ada waktu luang, sudilah kiranya berpartisipasi pada :
Kontes Menulis Berhadiah Lebih Dari Sejuta
[Reply]
Khery Sudeska reply on July 27th, 2010 6:43 am:
Baik, Bung Udin. Bila ada waktu luang, akan saya coba berpartisipasi…
[Reply]
kalau saya pulang kampung, bisa ketemuan tuh mas
[Reply]
Khery Sudeska reply on July 28th, 2010 2:12 am:
Bang, kampung abang di Mengkasar ya?
[Reply]
Fadly Muin reply on July 30th, 2010 4:55 pm:
iya mas….
[Reply]
fans HAMKA juga nih mas ….
[Reply]
Khery Sudeska reply on July 28th, 2010 2:13 am:
Dikit…
[Reply]
aku juga suka terbawa rasa sewaktu mebaca buku-buku HAMKA
[Reply]
Khery Sudeska reply on July 28th, 2010 2:14 am:
Hehehe…
[Reply]
ditungu tulisannya
[Reply]
Khery Sudeska reply on August 3rd, 2010 8:20 am:
Sudah terbit, Kawanku…
[Reply]
Walau blom bisa berbuat banyak, namun sepertinya indah menikmati alam
[Reply]
Khery Sudeska reply on August 3rd, 2010 8:19 am:
Alhamdulilla, Kang…
[Reply]
bunda duduk manis menunggu tulisan Mas Sudes selanjutnya yang selalu keren,
salam
[Reply]
Jika belum bisa berbuat banyak maka lakukan hal yang bisa kita lakukan.
[Reply]