Refleksi dan Catatan-Catatan Kecil

Islam, Motivasi, Religius

Do’a Ketika Putus Cinta

Adalah hal yang wajar jika seorang bujang tertarik kepada seorang gadis, atau sebaliknya. Kemudian, keduanya mencoba mengikat komitmen dan cita-cita untuk berumah tangga. Ikatan komitmen yang saya maksud disini, tentu saja, tidak sama pengertiannya dengan terjemah dari pacaran dalam pengertian banyak orang itu. Ikatan komitmen yang saya maksud adalah seperti yang pernah saya kisahkan dalam “Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck”.

Dan, sudah lazim pula, bila kemudian cita-cita yang mulia itu mendapat halangan, sehingga tidak sampai atau belum sampai. Sebagai seorang bujang atau seorang gadis, perjalanan hidup masih panjang, dan harapan tidak boleh mati. Read the rest of this entry »

Blog, Blogger, Blogging

Cara dan Etika Saya Berkomentar di Blog

Ada beberapa hal yang menjadi acuan saya ketika berkomentar di sebuah blog:

Pertama, korelasi atau relevansi komentar dengan isi postingan. Meski kemudian – saya pun tidak tahu persis – korelasi itu kuat atau tidak. Sebab, walaupun isi postingan dapat dicerna dengan baik, namun kadang kala kita sebagai manusia juga tidak dapat memahami sepenuhnya maksud si penulis dengan tulisannya. Oleh sebab itu, kuat tidaknya korelasi itu, saya kira relatif. Yang jelas, berusaha dulu agar komentar itu punya hubungan dengan tulisan.

Kedua, membubuhkan komentar dengan ‘Metode Martabak’. Halah! :D Read the rest of this entry »

Wacana Umum

Berpikir Positif dan Mengambil Langkah Positif

Khoo Kheng Hor, dalam sebuah ilustrasi perang Sun Tzu, menggambarkan begini:

“Jika anda adalah seorang jenderal yang memimpin satu peleton pasukan, anda mendekati suatu jalan lembah yang sempit, dan tentara musuh sudah siap di lubang perlindungan dengan senjata-senjata mereka.”

Dalam situasi itu, anda berpikir positif bila anda berpikir bahwa peluru-peluru tidak bisa mengenai anda dan pasukan anda, dan anda terus maju untuk menyerang.

Sebaliknya, anda mengambil langkah positif apabila Read the rest of this entry »

Humanisme, Masalah Bangsa, Modernitas

Cara Berpikir (Sebagian) Masyarakat Kita Sudah Parah

Minta maaf saya, bila judulnya kurang enak didengar.

Pagi kemarin, saya membaca sebuah status di facebook, isinya kira-kira begini:

“Hih…! Geram ya…!?  Masa Ariel yang dijadikan tersangka. Padahal, seharusnya mereka tuh tahu, kan Ariel itu hanya salah satu korban. Seharusnya orang yang menyebarkan video itu yang dihukum seberat-beratnya…”

Nah?! Read the rest of this entry »

Humanisme, Motivasi

Mengapa ‘Musuh’ Itu (Harus) Ada?

“Kita mesti senantiasa bersiap-siap akan kedatangan musuh,” demikian teriak Sun Tzu beratus-ratus tahun yang lalu.

Walau ‘musuh’ yang dikatakan Sun Tzu itu tidak selalu ditafsirkan sebagai musuh dalam arti yang sebenarnya, namun kenyataan tidak dapat dibantah, sebaik dan seelok apapun kita berusaha dalam sikap dan perbuatan kita, musuh selalu saja ada dalam kehidupan kita.

Pada skala yang ekstrim, defenisi musuh adalah antitesis dari diri kita. Namun, selain ia menyusahkan, musuh juga punya manfaat bagi kehidupan. Apa sih? :) Read the rest of this entry »

Humanisme, Motivasi

Matinya Karena Angan-Angan

Pernah dengar pepatah kuno ini?

“Mati Belanda karena pangkat, mati Cina karena harta, mati India karena makanan, mati Melayu karena angan-angan.”

Kita ambil bagian terakhir saja, mati Melayu karena angan-angan. Maksud kata ‘Melayu’ dalam pepatah ini adalah masyarakat Indonesia. Maka, dengan demikian, pepatah ini ‘menyentil’ (dengan tujuan memotivasi – pen.) bahwa orang Indonesia itu banyak dilamun oleh angan-angannya saja, sampai kemudian ia mati tanpa pernah apa yang diangan-angankannya itu terwujud.

Benarkah demikian? Tidak bolehkah kita berangan-angan? Read the rest of this entry »

Masalah Bangsa, Wacana Umum

Antara Privasi dan Kelakuan Bejat

Dulu, foto-foto kurang senonoh Ratu Felisha pernah tersebar di dunia maya. Dalam salah satu foto di antara foto-foto itu memperlihatkan bokong artis seksi itu sedang (ma’af) dijilat, meskipun bokong sang artis dalam foto itu masih terbalut celana jeans. Ketika berita mengenai tersebarnya foto-foto itu marak, Ratu Felisha pun berkilah, “Itu kan privasi saya. Kenapa ada yang usil menyebarkan foto-foto itu di internet?”

Nah, disinilah letak persoalannya. Pengertian kita mulai – atau sengaja – dibuat rabun untuk membedakan mana itu yang dinamakan privasi dan mana itu yang dinamakan kelakuan bejat. Read the rest of this entry »

Cerpen

Fluktuasi

“Bisakah kita kembali mengulang hadirnya perasaan itu?” tanya si istri pada suaminya. Matanya jauh memandang keindahan sungai dan dedaunan.

“Perasaan apa?” sang suami acuh tak acuh. Ia tampaknya lebih berminat pada kisah dalam buku yang sedang dibacanya.

“Perasaan yang indah, perasaan yang hadir di saat-saat pertama kita saling jatuh cinta……..” Read the rest of this entry »

« Newer Entries - Older Entries »