Sebuah Lagu
Tersebab lama sudah tak posting, maka, ini saya persembahkan sebuah lagu untuk “pembayar hutang”. Read the rest of this entry »
Refleksi dan Catatan-Catatan Kecil
Tersebab lama sudah tak posting, maka, ini saya persembahkan sebuah lagu untuk “pembayar hutang”. Read the rest of this entry »
Tunggu dulu! Ini bukan antitesis dari tulisan saya terdahulu tentang argumentasi Mengapa Harus Ngeblog? Saya kira, teman-teman pembaca dan Blogger tahu, bahwa blog ini selama dua bulan terakhir mengalami “kematian”, tidak di-update dan pemiliknya pun jarang melakukan silaturahim blogwalking. Nah, berikut ini adalah penjelasannya. Read the rest of this entry »
Luka ini masih harus diterjemahkan dalam bahasa
yang menimbulkan banyak tafsir
di antara yang banyak itu, kau tak juga mengerti…
habis sudah aku punya kata
ketika mulutku kelu, kau pun tak mengerti bahasa hati! Read the rest of this entry »
Aku telah disangka mati dalam zaman
Kesendirian dan penyendirianku
yang tak memberi kesan dan pesan apa-apa
terhadap perjalanan waktu dan peristiwa
Aku telah disangka ditundukkan oleh zaman
karena Aku, telah menghentikan segala gerak… Read the rest of this entry »
Ya, maksud saya memang lagu “Karena Kucinta Kau” yang dinyanyikan Bunga Citra Lestari itu. Saya memendam salut kepada lagu ini. Read the rest of this entry »
Jujur saja, saya tak lagi terlalu ingat benar pointer-pointer dalam Kode Etik Jurnalistik. Pengalaman itu sudah cukup lama berlalu. Semasa menjadi mahasiswa beberapa tahun yang lalu, saya memang sempat berkecimpung di surat kabar kampus; menjadi seorang reporter, bahkan sempat sebentar menjadi Pimpinan Redaksi Sementara. Selebihnya, saya lebih banyak berkhikmad di Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM).
Namun, pengalaman mengikuti Diklat Jurnalistik Mahasiswa di kampus UNILA Bandar Lampung dan sedikit pelatihan pengambilan gambar bersama Bapak Chaerul Umam di Jakarta, membuat saya cukup tahu secara garis besar bagaimana jurnalistik bekerja dalam menyajikan berita. Read the rest of this entry »
Mungkin, Milan Kundera benar, bahwa “tugas manusia bukanlah untuk menaklukkan masa depan, tapi menciptakan sejumlah kenangan yang dapat disebut dengan manis pada masa mendatang”.
Sudah menjadi takdir, perjalanan sejarah seorang manusia di muka bumi, dibatasi oleh ruang dan waktu. Ruang yang terbatas oleh kemampuan untuk menjangkaunya dan waktu yang terus saja berjalan, tak mengenal kompromi, tak tertaklukkan oleh kemampuan manusia yang nisbi. Hingga, akhirnya ia bertemu dengan kematian. Dengan cara seperti apakah manusia mencoba memperpanjang usia? Read the rest of this entry »