Posts Tagged ‘Cinta’

Kecewa!

Saya buka facebook. Saya dapati seseorang meminta pertemanan kepada saya. Rupanya, seorang perempuan. Saya konfirmasi saja…

Lalu, saya coba lihat profilnya. Statusnya… “belum menikah”!

Gadis itu berjilbab panjang. Kulitnya putih….., manis…., dan… apa lagi ya?

Saya lihat foto-fotonya. Di situ, saya dapati fotonya sedang mencium seorang lelaki… Ahhh!!! Read the rest of this entry »

Buya HAMKA; Dari Mana Datangnya Cinta?

Tumben, saya ngomongin masalah cinta! :D Tapi, di penghujung minggu, memang lebih enak bicara topik yang santai, ketimbang topik yang berat-berat seperti ideologi, sebab kesalahan berpikir, atau masalah bisnis.

Fenomena bangsa hari ini, adalah maraknya perselingkuhan, mulai dari artis, pejabat, sampai ke lapisan masyarakat bawah. Prof. Quraish Shihab, dalam sebuah wawancara di televisi, pernah ditanya, “Bagaimana anda melihat seorang suami yang sudah punya istri dan anak, lalu kemudian tertarik dengan perempuan muda yang cantik dan berselingkuh. Cinta yang bagaimanakah ini?”

Untuk menjawab fenomena ini, kiranya lebih afdhal untuk menjawab dulu pertanyaan “Dari Mana Datangnya Cinta?”. Buya HAMKA, dalam novel Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck pernah menerangkan, bahwa cinta itu datang melalui beberapa pintu. Pintu apa sajakah?

1. Pintu Suka

Saya kira, cukup mudah untuk menangkap maksud Buya HAMKA tentang perasaan suka. Ketika pertama melihat lawan jenis, kita bisa suka melihat penampilannya yang rapi atau apa adanya, suka gaya bicaranya, suka akan tata kramanya, suka gaya bergaulnya, suka melihat senyumnya, suka melihat tatapan matanya yang teduh, dan lain-lain. Tapi, perasaan suka bisa hilang seiring berjalannya waktu. Karena seringnya bertemu, penampilan rapinya yang tadi kita sukai bisa saja berubah menjadi terkesan biasa-biasa saja, atau malah tergantikan oleh penampilan orang lain yang lebih baik dari itu.

2. Pintu Nafsu

Nah, ini yang perlu dihindari. Bila anda melihat tanda-tanda seseorang menyukai anda karena nafsu, segeralah menjauh. Tak akan baik akibatnya bagi fisik dan kejiwaan anda di masa yang akan datang, meskipun pada dasarnya anda mungkin bernafsu juga padanya. Cinta kenafsuan adalah cinta secara daging (lahiriah), sasarannya bisa wajah yang menarik, bibir yang seksi, suaranya yang merdu, bodi yang bagus, kaki yang indah, pinggul yang menawan, dan lain-lain. Cinta serupa ini apalagi, paling mudah hilang dan tergantikan.

3. Pintu Kasihan (Iba)

Melalui pintu kasihan inilah cinta yang amat disarankan oleh Buya HAMKA. Melalui pintu kasihan inilah cinta yang aman dan langgeng. Kasihan adalah rahmat Tuhan yang dititipkan kepada hati manusia. Dari rasa kasihan, cinta bersemi dengan mulia. Dari rasa kasihan, kasih sayang sejati ditemukan. Dari rasa kasihan, dunia ramai dengan damai. Bila seseorang mencintai anda karena iba, ia tak akan pernah melupakan anda sampai ia mati. Dalam Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck, rasa kasihan inilah yang terungkap dalam petikan surat Hayati kepada sahabatnya Khadijah di Padang Panjang,

“Sahabatku Khadijah… Bila engkau mengetahui perihal Zainuddin, kita kasihan melihatnya……….”

Pendapat Buya HAMKA ini, diperkuat pula oleh Prof. Quraish Shihab ketika menjawab pertanyaan di atas tadi, “Dalam Islam tidak mengenal cinta yang seperti itu. Bila seseorang tertarik pada perempuan cantik lalu berselingkuh, padahal ia sudah punya anak dan istri, berarti ia mengabaikan rahmat Tuhan di hatinya. Seharusnya, ketika ia tertarik pada perempuan muda yang cantik itu, pada saat itu ia harusnya kasihan mengingat istrinya di rumah………..”.